Kapolres Nduga: Insiden Penangkapan Simpatisan KKB di Area Gereja Telah Selesai Dengan Baik

- Penulis

Senin, 9 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA-Setelah insiden penggeledahan dan penahanan lima orang yang diduga simpatisan KKB di area gereja Kenyam, Kabupaten Nduga diselesaikan, Polres Nduga, pemerintah kabupaten Nduga, dan tokoh agama sepakat bahwa permasalahan di Nduga, termasuk insiden tersebut, telah selesai. Bentuk penyelesaian masalah tersebut adalah dengan doa bersama untuk pemulihan Kabupaten Nduga.

Terkait dengan insiden tersebut, Kapolres Nduga Kompol Vinsensius Jimmy Parapaga telah memerintahkan agar aparat kepolisian yang terlibat dalam penggeledahan tersebut dipindahkan dan tidak bertugas lagi di Kenyam. Selain itu, ia juga telah memerintahkan anggotanya untuk berkoordinasi lebih dulu dengan pendeta atau kepala gembala jika hendak melakukan penindakan di lingkungan gereja.

“Bentuk dari penyelesaian masalah tersebut, kita buat dari doa bersama. Pemulihan Kabupaten Nduga, itu sudah didoakan. Sehingga kita menganggap semua permasalahan di Nduga telah selesai termasuk insiden itu,” kata Kompol Vinsensius Jimmy Parapaga kepada wartawan, Sabtu (7/10).

Dalam kasus tersebut, Polisi memiliki bukti keterlibatan para terduga simpatisan KKB dengan kelompok Egianus dan mereka telah mengakui hal tersebut. Namun, atas permintaan pemerintah, kelima orang tersebut dilepas dengan syarat melakukan penandatanganan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Selain itu, terkait tindakan kekerasan dalam penggeledahan itu, polisi telah menyelesaikannya dan pintu yang rusak telah diperbaiki. Seluruh masyarakat di Kenyam juga telah sepakat dan senang dengan keputusan yang diambil.

Meski insiden tersebut telah diselesaikan, Kapolres Nduga mempertanyakan keberadaan pihak-pihak tertentu yang masih menyinggung permasalahan tersebut di luar Kenyam. Ia meminta agar pihak tersebut dapat melihat fakta bahwa insiden itu telah mencapai kesepakatan bersama.

Dalam kasus ini, Polisi menangkap lima warga sipil di bangunan dalam area gereja pada 17 September 2023 yang diduga menjalin komunikasi dengan KKB. Namun, penangkapan ini sempat mendapat perlawanan dan mengakibatkan pengrusakan pintu rumah. Belakangan diketahui bangunan itu adalah Kantor Klasis sehingga mendapat perhatian berbagai pihak.(gin)

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Bupati Yuni Wonda: Bekerja Nyata, Jaga Aset, Wujudkan Pelayanan Terbaik
133 Anak Panah dan Senapan Angin: Bukti Jejak KKB di Yahukimo
Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan
Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis
Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan
Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki
Pencarian Warga Hilang di Tolikara Belum Membuahkan Hasil, Polisi Pertimbangkan Ritual Adat
Bukan Sekadar Seremonial, DWP Papua Pegunungan Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:43 WIT

Bupati Yuni Wonda: Bekerja Nyata, Jaga Aset, Wujudkan Pelayanan Terbaik

Senin, 20 April 2026 - 06:47 WIT

133 Anak Panah dan Senapan Angin: Bukti Jejak KKB di Yahukimo

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIT

Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WIT

Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis

Jumat, 17 April 2026 - 21:24 WIT

Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan

Berita Terbaru