Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 18 April 2026 – Di tengah harapan akan pembangunan dan kesejahteraan di Tanah Papua, kabar duka kembali datang dari wilayah Puncak, Papua Tengah, yang menyisakan luka mendalam bagi masyarakat sipil. Situasi ini mendorong Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Papua Pegunungan, Arianto Kogoya, untuk angkat suara.

 

Arianto Kogoya menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden yang menimpa warga sipil di wilayah tersebut. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diabaikan.

 

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas apa yang menimpa saudara-saudara kami di Tanah Papua, khususnya di Puncak. Peristiwa ini menjadi duka besar bagi kami,” ujarnya.

 

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa situasi di Papua saat ini masih memerlukan perhatian serius. Ia menyoroti adanya ketimpangan antara upaya pembangunan yang terus digaungkan dengan realitas keamanan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

 

“Kita berbicara tentang pembangunan dan kesejahteraan, tetapi di sisi lain masyarakat sipil justru menjadi korban. Ini menjadi hal yang perlu kita evaluasi bersama,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Arianto juga menyoroti dugaan kesalahan dalam penanganan keamanan yang berujung pada jatuhnya korban sipil. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh serta transparansi dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang.

 

“Kami meminta adanya klarifikasi yang terbuka dan bertanggung jawab dari aparat terkait, sehingga masyarakat mendapatkan kejelasan atas peristiwa yang terjadi,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam menangani konflik di Papua, termasuk memastikan perlindungan maksimal terhadap masyarakat sipil.

 

“Pendekatan keamanan perlu diimbangi dengan pendekatan kemanusiaan. Masyarakat sipil harus dilindungi dan dijauhkan dari dampak konflik,” ujarnya.

 

Selain itu, Arianto Kogoya mendorong adanya pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak, terutama dalam aspek kesehatan mental dan psikologis akibat konflik yang berkepanjangan.

 

“Pemulihan mental dan psikologis masyarakat sangat penting. Mereka harus bisa kembali ke rumah mereka dan menjalani kehidupan dengan aman dan damai,” tutupnya.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan
Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan
Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki
Pencarian Warga Hilang di Tolikara Belum Membuahkan Hasil, Polisi Pertimbangkan Ritual Adat
Bukan Sekadar Seremonial, DWP Papua Pegunungan Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan
Sinergi RSUP Dr. Sardjito dan RSUD Jayapura, Langkah Nyata Tingkatkan Layanan Kesehatan Papua
Akun Facebook “JHB Bos” Mengatasnamakan Jefri Hendri Bisai Kembali Muncul, Klarifikasi Resmi Disampaikan dan Siap Tempuh Jalur Hukum
BGN Gelar Evaluasi Nasional MBG, Papua Pegunungan Soroti Tantangan Edukasi, Distribusi dan Pangan Lokal

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIT

Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WIT

Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis

Jumat, 17 April 2026 - 21:24 WIT

Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan

Jumat, 17 April 2026 - 21:08 WIT

Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki

Jumat, 17 April 2026 - 20:58 WIT

Pencarian Warga Hilang di Tolikara Belum Membuahkan Hasil, Polisi Pertimbangkan Ritual Adat

Berita Terbaru