Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 18 April 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan kapasitas tenaga medis. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Simposium Ilmiah dan Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jayawijaya yang berlangsung di Etaima Ballroom Pilamo Hotel Wamena, Jumat (17/4).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Wasuok Demianus Siep, dan dihadiri oleh anggota IDI se-Provinsi Papua Pegunungan serta sejumlah tamu undangan. Turut hadir Bupati Jayawijaya yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Tinggal Wusono.

Dalam sambutan Gubernur Papua Pegunungan yang dibacakan Wasuok, pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi kepada IDI Cabang Jayawijaya atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, simposium ilmiah dan Musda memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat organisasi profesi.

“Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan di layanan primer yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di Papua Pegunungan yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, keterbatasan akses antarwilayah, serta minimnya tenaga kesehatan dan sarana pendukung. Meski demikian, ia optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui profesionalisme dan kolaborasi seluruh pihak.

“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergi bersama organisasi profesi, termasuk IDI, untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya melalui sambutan yang dibacakan Penjabat Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono, menyampaikan apresiasi kepada IDI Cabang Jayawijaya atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai penting di tengah perkembangan dunia kedokteran yang semakin pesat.

Menurutnya, simposium ilmiah menjadi forum strategis untuk memperbarui wawasan tenaga medis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan terbaru, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki empati tinggi, tetapi juga kapasitas intelektual dan keterampilan klinis yang terus diperbarui,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antar tenaga kesehatan serta mendorong peningkatan kualitas sistem kesehatan daerah yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya Musyawarah Cabang sebagai forum demokratis dalam menentukan kepemimpinan IDI Cabang Jayawijaya periode 2026–2029 agar berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin maju.

Ketua IDI Cabang Jayawijaya, dr. Lorina, dalam sambutannya menegaskan bahwa IDI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga wadah perjuangan moral dan intelektual bagi para dokter dalam mengabdi kepada masyarakat.

Ia menilai peran tersebut menjadi semakin penting di Papua Pegunungan yang memiliki berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan akses, hingga situasi keamanan yang tidak menentu.

“Peningkatan kompetensi adalah sebuah keharusan bagi setiap dokter. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi pelayanan kesehatan di daerah kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh dokter untuk terus memperkuat solidaritas, menjaga integritas profesi, serta meningkatkan empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama profesi kita. Karena itu, kita tidak hanya dituntut menjadi tenaga medis yang kompeten, tetapi juga agen perubahan dalam pembangunan kesehatan di Papua Pegunungan,” tutupnya.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis
Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan
Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki
Pencarian Warga Hilang di Tolikara Belum Membuahkan Hasil, Polisi Pertimbangkan Ritual Adat
Bukan Sekadar Seremonial, DWP Papua Pegunungan Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan
Sinergi RSUP Dr. Sardjito dan RSUD Jayapura, Langkah Nyata Tingkatkan Layanan Kesehatan Papua
Akun Facebook “JHB Bos” Mengatasnamakan Jefri Hendri Bisai Kembali Muncul, Klarifikasi Resmi Disampaikan dan Siap Tempuh Jalur Hukum
BGN Gelar Evaluasi Nasional MBG, Papua Pegunungan Soroti Tantangan Edukasi, Distribusi dan Pangan Lokal

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIT

Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WIT

Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis

Jumat, 17 April 2026 - 21:24 WIT

Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan

Jumat, 17 April 2026 - 21:08 WIT

Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki

Jumat, 17 April 2026 - 20:58 WIT

Pencarian Warga Hilang di Tolikara Belum Membuahkan Hasil, Polisi Pertimbangkan Ritual Adat

Berita Terbaru