Bukan Sekadar Seremonial, DWP Papua Pegunungan Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

- Penulis

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 17 April 2026 – Semangat perjuangan Kartini kembali dihidupkan di Tanah Papua Pegunungan. Melalui perpaduan nilai spiritual dan kepedulian terhadap kesehatan mental, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar peringatan Hari Kartini Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan ibadah bersama dan seminar kesehatan mental, Jumat (17/4).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Silimo Siloam Wamena itu menghadirkan narasumber dr. Idawati W. Murip, Sp.KJ, yang juga merupakan Ketua TP-PKK Kabupaten Jayawijaya, serta diikuti unsur-unsur DWP Provinsi Papua Pegunungan. Peringatan ini mengusung tema “Meningkatkan Iman dan Meneladani Semangat Kartini untuk Perempuan Berdaya dan Berakhlak Mulia.”

Ketua DWP Papua Pegunungan Ny. Sisilia W. Siep dalam sambutannya menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan sekaligus menjaga keharmonisan dalam organisasi, keluarga, maupun lingkungan kerja.

“Ibadah bulanan ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi harus menjadi sarana membina keimanan dan ketakwaan, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang sabar, tulus, dan penuh kasih,” ujarnya.

 

Ia juga mengajak seluruh anggota DWP untuk meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan Indonesia. Menurutnya, semangat Kartini tetap relevan bagi perempuan masa kini untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa tanpa melupakan peran dalam keluarga.

“Perempuan masa kini dituntut mampu menjalankan multi peran. Tantangan yang dihadapi tidak mudah, termasuk dari sisi mental dan emosional. Karena itu, pemahaman tentang kesehatan mental menjadi sangat penting,” katanya.

 

Selain itu, momentum peringatan di bulan April juga dikaitkan dengan Hari Bumi. Ia mengajak perempuan untuk mengambil peran sebagai penjaga kehidupan dengan langkah sederhana, seperti mengurangi sampah plastik, memilah sampah, hingga menanam pohon.

 

“Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan, dimulai dari keluarga,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Pegunungan, Yonetha Kogoya, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini merupakan momentum untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan.

 

“Semangat Kartini menjadi inspirasi sepanjang masa bahwa kemajuan perempuan adalah fondasi kemajuan masyarakat dan negara,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, perempuan berdaya adalah perempuan yang memiliki keimanan kuat, integritas, kecerdasan, serta kepedulian sosial dalam membangun keluarga dan masyarakat.

 

Yonetha juga memaparkan sejumlah program strategis DP3A, antara lain penguatan pengarusutamaan gender, peningkatan kualitas hidup perempuan melalui pelatihan dan kewirausahaan, penguatan ketahanan keluarga, serta pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

 

“Program-program ini merupakan wujud nyata menghadirkan semangat Kartini masa kini, yakni perempuan yang mandiri, produktif, dan mampu menjadi agen perubahan,” jelasnya.

 

Menurutnya, tantangan pembangunan perempuan dan anak saat ini semakin kompleks, mulai dari risiko kekerasan, dampak perkembangan teknologi digital, hingga perubahan sosial yang menuntut kesiapan perempuan dalam menjaga nilai moral dan ketahanan keluarga.

 

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi perempuan.

 

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat iman dan akhlak, meningkatkan kualitas pendidikan perempuan, menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak, serta mendukung kebijakan pembangunan yang responsif gender,” tegasnya.

 

Peringatan Hari Kartini ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun perempuan yang tidak hanya maju secara intelektual dan ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai moral dan spiritual.

 

“Ketika perempuan berdaya dan berakhlak mulia, maka keluarga akan kuat, masyarakat harmonis, dan pembangunan daerah semakin berkualitas,” pungkasnya.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan
Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis
Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan
Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki
Pencarian Warga Hilang di Tolikara Belum Membuahkan Hasil, Polisi Pertimbangkan Ritual Adat
Sinergi RSUP Dr. Sardjito dan RSUD Jayapura, Langkah Nyata Tingkatkan Layanan Kesehatan Papua
Akun Facebook “JHB Bos” Mengatasnamakan Jefri Hendri Bisai Kembali Muncul, Klarifikasi Resmi Disampaikan dan Siap Tempuh Jalur Hukum
BGN Gelar Evaluasi Nasional MBG, Papua Pegunungan Soroti Tantangan Edukasi, Distribusi dan Pangan Lokal

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIT

Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WIT

Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis

Jumat, 17 April 2026 - 21:24 WIT

Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan

Jumat, 17 April 2026 - 21:08 WIT

Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki

Jumat, 17 April 2026 - 20:58 WIT

Pencarian Warga Hilang di Tolikara Belum Membuahkan Hasil, Polisi Pertimbangkan Ritual Adat

Berita Terbaru