Daerah

Tolak Narasi Darurat Militer. GMPB Ajak Warga Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan

JAYAPURA – Ketua Gerakan Muda Papua Bersatu (GMPB), Dede Fachrudin menyatakan penolakan terhadap segala bentuk provokasi dan penyebaran narasi darurat militer yang digulirkan oleh Kelompok Kriminal Politik (KKP).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Februari 2026, di Posko GMPB Kota Jayapura. Dalam keterangannya, Dede Fachrudin menegaskan bahwa narasi darurat militer yang terus didorong oleh kelompok tertentu, bukanlah bentuk perjuangan yang membangun.

Sebaliknya, narasi tersebut melainkan upaya sistematis untuk menciptakan ketakutan, keresahan, dan instabilitas di tengah masyarakat Papua. Dede pun memandang situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua harus dijaga bersama dalam semangat damai, persatuan, dan tanggung jawab kolektif.

“Kami, Gerakan Muda Papua Bersatu, dengan tegas menolak segala bentuk provokasi dan penyebaran isu darurat militer yang tidak berdasar. Narasi tersebut hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan masyarakat luas,” tegas Dede.

Ia menilai bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat Papua.

Lebih lanjut, Dede mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, kalangan intelektual, hingga generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan cenderung menyesatkan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Papua agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran isu yang justru merugikan daerah kita sendiri,” ujarnya.

GMPB juga berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam menjaga situasi Papua tetap aman dan damai. Ia menegaskan bahwa masa depan Papua dibangun melalui persatuan dan kerja nyata, bukan melalui narasi yang memecah belah.

“Papua adalah tanah damai. Jangan biarkan provokasi merusak persaudaraan yang telah kita jaga bersama,” tutup Dede sembari menegaskan bahwa Gerakan Muda Papua Bersatu menegaskan komitmennya untuk terus bersatu demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. (*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan

Kenyam, Kabupaten Nduga — Pemerintah Kabupaten Nduga menyambut kedatangan Kapolres Nduga yang baru, Kompol Erol…

1 hari ago

Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan

Wamena – Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua…

1 hari ago

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

WAMENA — Ada pemandangan menarik yang mencuri perhatian penonton dalam pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem…

2 hari ago

Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34

WAMENA — Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI), Ni Luh Puspa, membuka Festival Budaya…

2 hari ago

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

WAMENA, 7 Agustus 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendukung pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem…

2 hari ago

Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis

MAKASSAR – Lima dokter muda asal Kabupaten Nduga resmi diserahkan kepada manajemen Rumah Sakit Universitas…

2 hari ago