Daerah

Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan

WAMENA — Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Patrige Renwarin, SH, M.Si mempertanyakan sejauh mana upaya seluruh pihak dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat Papua Pegunungan.

Pertanyaan tersebut disampaikan Patrige saat menghadiri Rapat Koordinasi Perkembangan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Papua Pegunungan di Wamena, Rabu (23/9/2026).

Patrige mengatakan, Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) telah berupaya maksimal dalam menjaga keamanan. Namun, masih terdapat sejumlah kejadian yang berada di luar pengamatan dan kendali aparat.
Ia menilai, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri perlu duduk bersama untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan sekaligus menyusun program bersama yang lebih efektif dalam menjawab persoalan keamanan.

“Yang kita lakukan saat ini semuanya kembali pada penilaian masyarakat. Apakah masyarakat sudah merasa aman atau belum,” kata Patrige.
Menurutnya, Gubernur, para bupati, hingga kapolres di wilayah Papua Pegunungan telah berupaya keras mewujudkan keamanan. Namun, sejumlah insiden yang terjadi menunjukkan masih diperlukan langkah bersama yang lebih kuat.

Patrige juga menyinggung sejumlah kasus pembunuhan yang terjadi secara beruntun dalam sepekan terakhir di Kabupaten Jayawijaya. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pertanyaan bersama mengenai langkah yang telah dilakukan seluruh unsur pemerintah dalam mengantisipasi situasi keamanan di tengah masyarakat.

“Sebagai unsur pemerintah ada TNI dan Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dengan perangkatnya yang lengkap. Kembali dipertanyakan, apa yang sudah dilakukan untuk menyikapi situasi seperti ini di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan, wilayah hukum Polda Papua saat ini mencakup tiga provinsi, yakni Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan kejahatan merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat. Karena itu, menurut Patrige, persoalan keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

Patrige berharap pertemuan tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk menerjemahkan persoalan keamanan menjadi program nyata yang dapat dijalankan bersama.

“Mari kita duduk bersama dengan pikiran dan hati yang dingin agar bisa dijadikan satu wujud program yang baik dan bisa dilakukan untuk Papua Pegunungan,” pungkasnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polda Papua Tengah Gelar Lomba Saka Bhayangkara, Puluhan Pelajar SMA/SMK Diasah Jadi Generasi Disiplin dan Pelopor Kamtibmas

NABIRE – Puluhan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat mengikuti Lomba Pramuka Saka Bhayangkara yang digelar Direktorat…

1 hari ago

Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Puluhan Personel Sisir Kota Mulia Lewat Patroli dan Razia Senjata Tajam

PUNCAK JAYA – Sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak Jaya terus diperkuat.…

1 hari ago

Komisi Informasi Papua Barat Menangkan Ahli Waris, BPN Manokwari Diperintahkan Serahkan Warkah Dua Sertipikat Tanah Milik Almarhum Charles Siatmiko Hendratno

MANOKWARI,  – Komisi Informasi (KI) Provinsi Papua Barat mengabulkan sebagian permohonan mempertahankan informasi publik yang…

2 hari ago

RSUD ELVRIDA SARA LANJUTKAN PROGRAM MAGANG TAHAP II DI RSUD MIMIKA, PERKUAT TRANSFORMASI MENUJU AKREDITASI

MIMIKA – Dalam rangka mempercepat transformasi pelayanan kesehatan dan mempersiapkan akreditasi rumah sakit, RSUD Elvrida…

2 hari ago

Kapolda Papua Tengah Pimpin Aksi Green Policing di Nabire, Gandeng TNI, KKSS dan Masyarakat Bersihkan Lingkungan serta Tanam Pohon

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green…

3 hari ago

Pemberantasan Kejahatan Terus Digencarkan, Kejari Jayawijaya Musnahkan Barang Bukti dari 59 Kasus yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap

WAMENA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, memusnahkan barang bukti dari 59 perkara…

3 hari ago