WAMENA — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama jajaran TNI-Polri dan pemerintah kabupaten memperkuat koordinasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2026 yang digelar di Grand Baliem Hotel Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (23/9/2026).
Rakor dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin,.Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, delapan kepala daerah, delapan Kapolres, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan, rakor tersebut diharapkan menghasilkan konsolidasi yang kuat hingga ke tingkat masyarakat, sehingga tercipta situasi yang aman, damai, dan nyaman di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
Menurut John Tabo, koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan perlu diperkuat, termasuk antara Satgas Damai Cartenz, Satgas Rajawali, dan Satgas Habema dalam menangani gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dengan memberikan informasi kepada aparat serta menyebarkan pesan-pesan kedamaian hingga ke kampung-kampung.
“Cukup sudah pertumpahan darah. Firman Tuhan mengajarkan kita yang terbaik, kita damai, bersaudara dan keluarga,” ujar John Tabo.
John Tabo meminta masyarakat di delapan kabupaten bersama pemerintah daerah dan Forkopimda ikut menjaga keamanan di wilayah masing-masing. Menurutnya, situasi yang aman menjadi bagian penting agar program pembangunan pemerintah dapat berjalan dan dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan Polri telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi gangguan keamanan, termasuk melakukan penebalan pasukan.
Ia menyebut dalam dua hingga tiga hari ke depan pihaknya juga akan mengirimkan sejumlah peralatan yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi posisi kelompok yang menjadi sasaran operasi keamanan.
“Dalam konteks ini tentunya kami berharap peran serta masyarakat. Kami sudah melakukan langkah-langkah penebalan pasukan,” kata Faizal.
Faizal Ramadhani menegaskan langkah utama yang dilakukan aparat adalah pencegahan agar aksi-aksi gangguan keamanan tidak kembali terjadi. Karena itu, dukungan masyarakat dan seluruh unsur terkait dinilai penting dalam menjaga situasi keamanan.
“Kita berusaha untuk melakukan pencegahan. Harapannya kita juga dapat dukungan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Rakor tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menyatukan langkah menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan di Papua Pegunungan.
JAYAPURA-Ketua DPD Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Provinsi Papua, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengukuhkan…
WAMENA, 23 September 2026 — Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menerima…
WAMENA — Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Patrige Renwarin, SH, M.Si mempertanyakan sejauh mana upaya…
DEKAI — Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) II KNPI Kabupaten…
DEKAI, YAHUKIMO – Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengamankan seorang…
KENYAM, 23 September 2026 — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nduga, Ny. Replina K. Beon,…