Daerah

Masyarakat Meminta Adanya Jaminan Keamanan Terhadap Tim Pencarian Korban Longsor di Kabupaten Nduga

WAMENA, 03 November 2025 – Masyarakat meminta adanya jaminan keamanan untuk tim pencarian korban longsor di Distrik Dal dan Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga. Banyaknya Pos Militer disekitar lokasi bencana alam dikhawatirkan mengganggu jalannya proses evakuasi.

“Di lokasi bencana alam terdapat sejumlah pos militer, sehingga kami meminta kepada Bupati, Gubernur Pangdam dan Kapolda adanya jaminan keamanan bagi para tim pencarian korban bencana yang dilakukan oleh pihak keluarga,” ungkap Kepala Distrik Geselema sekaligus tokoh masyarakat Yuguru, Lennanus Wandikmbo kepada wartawan, Senin (3/11/2025).

Lennanus menjelaskan, pihak keluarga besar korban akan melakukan pencarian secara mandiri. Ia menyebut longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIT dan menewaskan 8 orang di Yuguru serta 15 orang di Distrik Dal.

“Jadi saat ini pihak keluarga berupaya mencari sanak keluarganya yang terjebak di longsoran, maka dari itu kami minta adanya jaminan keamanan,” tegasnya.

Leannanus menyampaikan, sejumlah tim evakuasi yang berasal dari warga dijadwalkan berangkat besok Selasa (4/11/2025) ke lokasi bencana alam untuk membantu melakukan evakuasi. “Distrik Mebrok merupakan pemekaran dari Distrik Geselema, sehingga banyak ASN dan warga lama yang kini kembali ke Yuguru untuk membantu pencarian,” ujarnya.

Sementara itu Anggota DPR Papua Pegunungan, Semianus Wandikbo, peristiwa bencana alam seperti ini juga pernah terjadi dilokasi yang sama, hanya saja kejadian kali ini lebih besar. “Dulunya korban akibat longsor di daerah ini hanya satu, dua orang, namun kali ini mencapai 23 orang yang meninggal, jadi ini kejadian luar biasa,” katanya kepada wartawan di Wamena.

Ia mengungkapkan, informasinya 1 korban telah ditemukan di wilayah Yuguru, namun 7 korban lainnya masih belum ditemukan. Tim pencarian dari Kuyawage telah disiapkan, namun perjalanan ke lokasi diperkirakan memakan waktu hingga tiga malam.

“Maka dari itu, kami minta kepada Pangdam dan Kapolda serta Pangkoops adanya jaminan keamanan bagi tim pencarian agar dapat masuk ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban. Karena ini murni bencana alam. Jadi, kami hanya ingin menemukan jenazah para korban untuk makamkan dengan layak” lugasnya.

Sebatas diketahui, bencana banjir dan longsor melanda Distrik Dal dan Distrik Mebrok pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIT. Sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dunia, sebagian besar masih tertimbun material longsor. Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung dengan tantangan medan yang ekstrem.(*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

RSUD Elvrida Sara Nduga Masuk Program Pengampuan Nasional dan Quick Win Kemenkes, Siap Tingkatkan Layanan Kesehatan

Wamena, 26 Juni 2026 – Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berkualitas bagi…

4 jam ago

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya Cek Kesehatan Personel demi Pelayanan Prima

INTAN JAYA – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya menggelar bakti kesehatan berupa…

4 jam ago

Fans Jerman Jayapura Rayakan HUT ke-5 dengan Berbagi Kasih

JAYAPURA- Euforia perhelatan Piala Dunia Tahun 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko,…

10 jam ago

Final Kapolda Cup I 2026 Papua Tengah Tuntas, Ajang Bulutangkis HUT Bhayangkara ke-80 Lahirkan Para Juara

MIMIKA – Turnamen Bulutangkis Kapolda Cup I 2026 Papua Tengah resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan…

10 jam ago

Polres Puncak Jaya Gelar Olahraga Bersama Forkopimda, Kapolres Tegaskan Semangat “Polisi untuk Masyarakat”

PUNCAK JAYA – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Puncak Jaya menggelar olahraga bersama…

20 jam ago

Pemuda Katolik Papua Wakili Pemuda Papua Tandatangani Kesepakatan Pembentukan Gerakan SI SALI

Jayapura, 26 Juni 2026 – Perwakilan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua menandatangani surat kesepakatan pembentukan…

1 hari ago