Wamena, 9 Mei 2026 — Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Papua Pegunungan. Menurutnya, program tersebut bukan hanya menghadirkan layanan gizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk mengurangi pengangguran dan menggerakkan ekonomi lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Ones Pahabol usai mendampingi Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dan delegasi Badan Gizi Nasional melakukan peninjauan sejumlah dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya, Yahukimo, dan Yalimo.
Ones mengaku optimistis MBG dapat menjadi program strategis yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi di Papua Pegunungan, terutama di tengah meningkatnya inflasi dan mahalnya harga kebutuhan pokok.
“Kita melihat langsung bagaimana dua dapur saja sudah menyerap tenaga kerja luar biasa, khususnya anak-anak muda Papua Pegunungan. Ini yang paling penting karena pengangguran bisa langsung berkurang,” ujar Ones.
Ia menjelaskan, selain membuka lapangan kerja, keberadaan dapur MBG juga menciptakan perputaran ekonomi baru melalui kebutuhan bahan pangan yang disuplai masyarakat lokal setiap hari. Menurutnya, kebutuhan sayur-mayur yang mencapai ratusan kilogram per hari dari satu dapur menjadi peluang besar bagi mama-mama Papua dan para petani lokal.
“Kalau dapur-dapur ini terus bertambah, maka hasil kebun masyarakat pasti terserap semua. Sayur di pasar tidak akan tersisa karena semua dibutuhkan dapur MBG. Ini yang membuat ekonomi masyarakat bisa bergerak,” katanya.
Ones menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten sangat serius mendukung percepatan pembangunan dapur MBG agar dapat hadir merata di delapan kabupaten di Papua Pegunungan, bukan hanya terpusat di Wamena.
Menurutnya, program MBG juga menjadi sarana pemberdayaan bagi generasi muda Papua karena sebagian besar tenaga kerja yang terlibat merupakan anak asli Papua Pegunungan.
“Hari ini kita lihat hampir 90 persen pekerja di dapur adalah anak-anak Papua Pegunungan. Ini yang harus terus kita dorong. Saya punya cita-cita ke depan anak-anak Papua benar-benar menjadi pengelola utama di dapur-dapur MBG,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh pemerintah kabupaten di Papua Pegunungan untuk mendukung penuh pembangunan SPPG dan memastikan program tersebut berjalan secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi bagaimana menciptakan masa depan ekonomi masyarakat Papua yang lebih baik,” tutup Ones Pahabol.
DEIYAI – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Deiyai bersama Polsek Tigi…
Wamena, 23 Juni 2026 – Upaya memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah terus dilakukan…
JAYAPURA, 23 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat…
MIMIKA – Polda Papua Tengah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar puncak kegiatan Bakti…
Wamena, 23 Juni 2026 – Semangat memperkuat peran perempuan dalam mendukung tugas dan pengabdian keluarga…
Mulia, Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemda) Puncak Jaya turut ambil bagian dalam ajang Kapolres…