Daerah

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

WAMENA, 7 Agustus 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendukung pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Mengusung tema “From the Highlands of Papua to the World”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kopi berkualitas, karya seni dan kreativitas masyarakat Papua Pegunungan kepada masyarakat Indonesia hingga dunia.

Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Pegunungan, Lukas W. Kosay, pada pembukaan festival, Jumat (7/8/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan FBLB ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026.

Gubernur menilai tema “From the Highlands of Papua to the World” memiliki makna yang sangat dalam. Tema tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dari Pegunungan Papua lahir kekayaan budaya, kopi berkualitas, karya seni dan semangat masyarakat yang luar biasa.

Menurutnya, kekayaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Papua, tetapi juga merupakan kekayaan Indonesia yang patut dikenal dan dihargai oleh masyarakat dunia.

Budaya Menjadi Kekuatan Pembangunan

Festival Budaya Lembah Baliem, kata Gubernur, bukan hanya sebuah kegiatan pertunjukan, tetapi menjadi momentum untuk merayakan jati diri masyarakat Papua.

Tarian, musik, noken, honai, perang-perangan adat dan berbagai kekayaan budaya yang ditampilkan merupakan bagian dari warisan leluhur yang harus dijaga bersama.

Gubernur John Tabo juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk terus melindungi dan mengembangkan budaya Lembah Baliem.

Budaya, menurutnya, bukan penghambat kemajuan, tetapi justru kekuatan untuk membangun masa depan. Pariwisata yang bertumpu pada budaya dapat membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengangkat hasil karya masyarakat dan memperkenalkan wajah Papua Pegunungan yang damai, ramah dan penuh harapan.

Karena itu, pelaksanaan FBLB ke-34 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat persatuan, memperkokoh identitas serta mendorong kemajuan Papua Pegunungan tanpa meninggalkan akar budaya.

Dorong Generasi Muda Jaga Budaya

Gubernur John Tabo turut mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya.

Budaya, katanya, tidak boleh hanya dipentaskan di atas panggung, tetapi harus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak Papua Pegunungan harus mengenal bahasa daerah, menghormati adat, mencintai tanahnya dan bangga menjadi orang Papua.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para seniman, penari, pemusik, pengrajin noken dan seluruh pihak yang terlibat dalam festival. Mereka disebut sebagai penjaga api budaya yang terus menjaga warisan leluhur dari generasi ke generasi.

Hadirkan Menteri Koperasi dan Wamenparekraf

Pembukaan FBLB ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 turut dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Kehadiran pemerintah pusat dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat pesan bahwa kekayaan budaya, kopi dan produk kreatif dari dataran tinggi Papua memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan selama festival berlangsung serta menunjukkan keramahan kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah maupun negara.

Melalui FBLB ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026, Papua Pegunungan diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, potensi kopi, kreativitas dan masyarakat yang ramah.

Gubernur John Tabo berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat besar, mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan serta menjadi berkat bagi masyarakat Jayawijaya dan seluruh Papua Pegunungan.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan

Kenyam, Kabupaten Nduga — Pemerintah Kabupaten Nduga menyambut kedatangan Kapolres Nduga yang baru, Kompol Erol…

12 jam ago

Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan

Wamena – Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua…

16 jam ago

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

WAMENA — Ada pemandangan menarik yang mencuri perhatian penonton dalam pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem…

1 hari ago

Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34

WAMENA — Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI), Ni Luh Puspa, membuka Festival Budaya…

1 hari ago

Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis

MAKASSAR – Lima dokter muda asal Kabupaten Nduga resmi diserahkan kepada manajemen Rumah Sakit Universitas…

1 hari ago

Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua

Jayapura, 7 Agustus 2026 — Aroma kopi khas Papua menyeruak di Halaman Kantor Gubernur Papua.…

1 hari ago