Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 7 Agustus 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendukung pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Mengusung tema “From the Highlands of Papua to the World”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kopi berkualitas, karya seni dan kreativitas masyarakat Papua Pegunungan kepada masyarakat Indonesia hingga dunia.

Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Pegunungan, Lukas W. Kosay, pada pembukaan festival, Jumat (7/8/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan FBLB ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026.

Gubernur menilai tema “From the Highlands of Papua to the World” memiliki makna yang sangat dalam. Tema tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dari Pegunungan Papua lahir kekayaan budaya, kopi berkualitas, karya seni dan semangat masyarakat yang luar biasa.

Menurutnya, kekayaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Papua, tetapi juga merupakan kekayaan Indonesia yang patut dikenal dan dihargai oleh masyarakat dunia.

Budaya Menjadi Kekuatan Pembangunan

Festival Budaya Lembah Baliem, kata Gubernur, bukan hanya sebuah kegiatan pertunjukan, tetapi menjadi momentum untuk merayakan jati diri masyarakat Papua.

Tarian, musik, noken, honai, perang-perangan adat dan berbagai kekayaan budaya yang ditampilkan merupakan bagian dari warisan leluhur yang harus dijaga bersama.

Gubernur John Tabo juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk terus melindungi dan mengembangkan budaya Lembah Baliem.

Budaya, menurutnya, bukan penghambat kemajuan, tetapi justru kekuatan untuk membangun masa depan. Pariwisata yang bertumpu pada budaya dapat membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengangkat hasil karya masyarakat dan memperkenalkan wajah Papua Pegunungan yang damai, ramah dan penuh harapan.

Karena itu, pelaksanaan FBLB ke-34 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat persatuan, memperkokoh identitas serta mendorong kemajuan Papua Pegunungan tanpa meninggalkan akar budaya.

Dorong Generasi Muda Jaga Budaya

Gubernur John Tabo turut mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya.

Budaya, katanya, tidak boleh hanya dipentaskan di atas panggung, tetapi harus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak Papua Pegunungan harus mengenal bahasa daerah, menghormati adat, mencintai tanahnya dan bangga menjadi orang Papua.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para seniman, penari, pemusik, pengrajin noken dan seluruh pihak yang terlibat dalam festival. Mereka disebut sebagai penjaga api budaya yang terus menjaga warisan leluhur dari generasi ke generasi.

Hadirkan Menteri Koperasi dan Wamenparekraf

Pembukaan FBLB ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 turut dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Kehadiran pemerintah pusat dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat pesan bahwa kekayaan budaya, kopi dan produk kreatif dari dataran tinggi Papua memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan selama festival berlangsung serta menunjukkan keramahan kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah maupun negara.

Melalui FBLB ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026, Papua Pegunungan diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, potensi kopi, kreativitas dan masyarakat yang ramah.

Gubernur John Tabo berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat besar, mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan serta menjadi berkat bagi masyarakat Jayawijaya dan seluruh Papua Pegunungan.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan
Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34
Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis
Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua
Membangun Kembali Harapan Ekonomi Kampung: Revitalisasi BUMKam Misyani Sebagai Penggerak Potensi Lokal di Kampung Tobati
Pemkab Nduga Kirim Dokter ke Makassar, Siapkan Generasi Spesialis Asli Papua
Herlius Gwijangge Serahkan Bola, Ajak Anak Nduga Berlatih dan Berprestasi
Kajati Papua Jefferdian Lantik Aspidsus dan Aspidum Baru, Perkuat Penegakan Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:52 WIT

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:41 WIT

Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:28 WIT

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:48 WIT

Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:49 WIT

Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua

Berita Terbaru