Jayapura, 2 April 2026 — Menanggapi beredarnya informasi terkait pembatasan penerbangan, manajemen Trigana Air memberikan klarifikasi bahwa kebijakan yang diambil saat ini hanya berlaku untuk penerbangan pesawat cargo, sebagai dampak dari kenaikan harga avtur yang signifikan.
Area Manager Trigana Air, Ahmad Irwan Rochendi, menyampaikan bahwa untuk sementara waktu pihaknya juga tidak menerima pengiriman barang basah ke wilayah Wamena dan Oksibil.
“Pembatasan ini kemungkinan berlangsung hingga hari Minggu. Kami harapkan hari Senin operasional sudah kembali normal,” ujar Ahmad melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, lonjakan harga avtur menjadi faktor utama kebijakan tersebut. Harga avtur yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.626,52 per liter, sejak 1 April 2026 naik menjadi Rp25.521,09 per liter, atau mengalami kenaikan sekitar 63 persen.
“Kenaikan ini cukup mengejutkan secara operasional. Untuk menghindari penggunaan avtur yang berlebihan serta menjaga kualitas layanan dan keamanan barang, kami melakukan pembatasan sementara penerbangan pesawat cargo, khususnya untuk rute Wamena dan Oksibil,” jelasnya.
Akibat kebijakan ini, frekuensi penerbangan cargo yang biasanya mencapai 12–14 kali per hari kini dikurangi menjadi sekitar 6 kali penerbangan.
Selain itu, Trigana Air juga melakukan penyesuaian tarif cargo. Tarif lama sebesar Rp9.500 per kilogram kini naik Rp3.000 menjadi Rp12.500 per kilogram. Meski demikian, kenaikan tersebut hanya sekitar 32 persen, tidak sebesar kenaikan harga avtur.
“Penyesuaian ini tidak sampai 63 persen, hanya sekitar setengahnya. Kami berupaya agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
Ahmad juga memastikan bahwa tarif pengiriman kargo dari Wamena menuju Jayapura tetap berlaku normal dan tidak mengalami kenaikan, meskipun terdapat pembatasan pada operasional penerbangan kargo.
Sementara itu, untuk tarif penumpang, pihak Trigana memastikan belum ada kenaikan resmi dan masih berada di kisaran Rp800 ribuan. Ahmad juga menyampaikan permohonan maaf atas sempat terjadinya penyesuaian harga tiket di lapangan tanpa koordinasi.
“Saya mohon maaf, sempat ada penyesuaian harga tiket di bandara tanpa sepengetahuan saya. Itu sudah kami koreksi,” tegasnya.
Trigana Air berharap kondisi ini bersifat sementara dan penerbangan pesawat cargo dapat kembali normal pada awal pekan depan setelah proses sosialisasi penyesuaian tarif selesai dilakukan.
Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…
TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…
Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…
Dokome, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…
Wuyuneri, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…
Lombok Barat, 16 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi…