Gubernur Papua Tengah Marah, Lantaran Serapan APBD Masih Rendah

- Penulis

Senin, 14 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE – Gubernur Papua Tengah, DR. Ribka Haluk, S.Sos., MM marah dihadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), lantaran serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih rendah. Ia marah pada saat memimpin apel pagi di depan Kantor Provinsi Papua Tengah, Senin (14/8/2023).

Ribka Haluk yang disapa “mama” mulai marah ketika mendengar daftar ASN yang mengikuti apel pagi tidak sampai 300 orang, padahal jumlah pegawai ASN dilingkungan Provinsi Papua Tengah saat ini sudah mencapai kurang lebih 900 orang.

“Kepada Kepala BKD dan Inspektorat saya minta melakukan pemeriksaan terhadap kehadiran pegawai di dinas masing-masing. Kalau mereka yang tidak pernah masuk kantor pustuskan saja statusnya dengan mengembalikannya ke kabupaten asalnya bekerja. Saya tidak ingin kinerja pemerintahan ini menurun, hanya karena para ASN tidak disiplin dalam bekerja,” tegasnya.

Mantan PJ Bupati Yalimo itu mengungkapkan seharusnya para ASN yang tidak memberikan kontribusi malu kepada masyarakat, sebab menurutnya hak yang diterima ASN itu bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat.

“Ketika kita memilih menjadi ASN, maka tugas kita adalah melayani masyarakat. Jadi kita tidak boleh ada yang makan gaji buta. Kalian semua bekerja bukan untuk saya selaku PJ Gubernur, tetapi kalian bekerja untuk kurang lebih 1,3 juta masyarakat di Papua Tengah. Saya tegaskan kembali, hak atau gaji kita termasuk tambahan penghasil pegawai (TPP) itu bersumber dari pajak rakyat,” tuturnya.

“Ada atau tidak ada piminan di kantor, seluruh staf dan bawahannya harus bekerja. Nanti saya akan minta laporannya, lalu mengecek kenapa kehadiran kita menurun dan kemudian saya akan mengambil keputusan, siapa yang akan mendapat reward (penghargaan) dan punishment (sanksi),” lugasnya.

Ribka Haluk juga menyampaikan tentang serapan anggaran APBD 2023 yang saat ini masih rendah. Ia menilai percuma PJ Gubenur dan Sekda bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja keras untuk menambah anggaran, akan tetapi tidak mampu diserap dengan baik.

“Kenapa serapan anggaran ini masih rendah, itu pastinya tergambar dari kinerja. Sampai sejauh ini saya rasa percuma gubernur dan sekda bicara berbusa-busa tapi tidak ada perubahan, maka dari itu saya tidak hanya akan berkantor di 8 kabupaten, melainkan akan berkantor di setiap OPD dengan membawa tenaga ahli, guna mencari solusi sehingga kendala serapan anggaran bisa kita atasi,” ujarnya.

Mantan Kadis Sosial Provinsi Papua itu juga membeberkan 5 OPD yang serapan anggarannya masih rendah sampai bulan delapan ini, yakni di Dinas PUPR senilai 0,98 persen, Dinas Tenaga Kerja 2,30 persen, Dinas Perhubungan 4,25 persen, Dinas Koperasi 4,45 persen dan MRP 5,20 persen.

“Dinas PUPR menjadi pemilik kontribusi terbesar yang menghambat penyerapan anggaran ini. Sehingga kalau kedepan ini tidak ada progres saya akan ganti semua, ini persentasenya masih 0,98 persen, saya tidak main-main, mulai hari ini saya akan cek langsung ke dinas PUPR,” pungkasnya.

Ribka Haluk menambahkan tidak baik bila yang sudah bekerja dengan baik tidak diberikan apresiasi yakni, Dinas Penenanam Modal dan Investasi senilai 50,54 persen, Kesbangpol 40,51 persen, Inspektorat 37,82 persen, Dinas BPBD 34,16 persen dan Bappeda 32,19 persen.

“Sedangkan OPD yang saya tak sebut mereka masih mendapat penilaian rata-rata. Maka dari itu saya harapkan triwulan 3 mendatang untuk semua bekerja keras dan menjadi tim yang solid untuk bekera dan saya pastikan akan ada reward dan punishment,” tuturnya.

Ribka Haluk menutup kemarahannya kepada jajarannya dengan menyampaikan, kemarahannya bukan untuk menjatuhkan satu sama lain, melainkan agar semua dinas bisa berbena dan mengevaluasi kinerjanya masing-masing.

“Kemarahan di apel ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk kita lakukan evaluasi. Kita ini ASN, yang memiliki satu jiwa korps. Namun setelah ini mari kita rubah prilaku dan sikap kita. Karena saya tidak ingin ada yang bekerja masin-main di Pemprov Papua Tengah ini,” katanya.

“Apa yang kita lakukan kemudian hari akan kita petik dengan buah yang manis, saat ini saya diberikan negara untuk memimpin DOB Papua Tengah, bukan instans terjadi, saya ini bekerja dari nol, mulai dari cleaning servis jadi saya tidak bisa di bohongi. Bagi yang main-main, tunggu saja, saya pastikan akan mendapatkan sanksi,” tutupnya.(roy/gin)

Berita Terkait

Operasi Gabungan di Pegunungan Bintang Berhasil Amankan DPO Kasus Pembunuhan Tukang Ojek
ASN, Honorer, dan Ormas Bersatu: Momentum Kebersamaan Bangun Puncak Jaya Lebih Tangguh
Bupati Yuni Wonda: Bekerja Nyata, Jaga Aset, Wujudkan Pelayanan Terbaik
133 Anak Panah dan Senapan Angin: Bukti Jejak KKB di Yahukimo
Simposium Ilmiah dan Musda IDI Jayawijaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan
Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis
Cakupan JKN Papua Capai 98%, Media Jadi Mitra Strategis BPJS Kesehatan
Polisi Amankan Paket Sabu dan Alat Konsumsi, Jaringan Narkotika di Wamena Diselidiki

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 16:47 WIT

Operasi Gabungan di Pegunungan Bintang Berhasil Amankan DPO Kasus Pembunuhan Tukang Ojek

Senin, 20 April 2026 - 16:01 WIT

ASN, Honorer, dan Ormas Bersatu: Momentum Kebersamaan Bangun Puncak Jaya Lebih Tangguh

Senin, 20 April 2026 - 15:43 WIT

Bupati Yuni Wonda: Bekerja Nyata, Jaga Aset, Wujudkan Pelayanan Terbaik

Senin, 20 April 2026 - 06:47 WIT

133 Anak Panah dan Senapan Angin: Bukti Jejak KKB di Yahukimo

Sabtu, 18 April 2026 - 14:41 WIT

Arianto Kogoya Soroti Situasi di Puncak Papua, Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru