Gubernur Papua Selatan Dorong Solusi Banjir Merauke melalui Kolaborasi dan Edukasi

- Penulis

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merauke, 10 April 2025 – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menekankan pentingnya pendekatan sistematis dalam mengatasi banjir yang kerap melanda Merauke. Ia mengungkapkan bahwa langkah utama yang perlu dilakukan adalah menginventarisir penyebab banjir, termasuk intensitas curah hujan, jenis tanah, dan daerah tangkapan hujan.

Dalam dialog interaktif bertema “Selamatkan Merauke dari Banjir” di Studio Podcast RRI Merauke, Apolo menjelaskan pentingnya data curah hujan dari BMKG sebagai dasar perencanaan untuk memprediksi risiko banjir secara akurat. “Dengan data ini, kita bisa merancang kapasitas saluran yang sesuai serta memetakan daerah resapan air yang harus dilindungi,” ujar Apolo.

Strategi Penanganan Komprehensif

Apolo menggarisbawahi bahwa solusi banjir tidak hanya terbatas pada pembangunan jaringan drainase induk, sekunder, dan tersier, tetapi juga mencakup edukasi masyarakat tentang merawat saluran air dan mencegah aktivitas seperti pembukaan hutan yang tidak terukur. Ia juga menyerukan penerapan sanksi bagi pihak yang melanggar aturan terkait penanganan banjir.

Pemerintah Papua Selatan telah memulai intervensi melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas PUPR, dan Dinas Kehutanan. “Kami meminta seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi terbaik,” kata Apolo.

Komitmen dari Pemkab Merauke dan BWS

Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, menambahkan bahwa normalisasi saluran air dan evaluasi sistem drainase menjadi prioritas untuk menampung debit air tinggi dan mengalirkannya ke Kali Maro. Ia juga menyebut pentingnya pembentukan zona permukiman baru guna mengurai potensi banjir.

Sementara itu, Kepala BWS Papua Merauke, Nonce Saman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan desain rehabilitasi drainase di Merauke untuk mengatasi tantangan seperti kepadatan penduduk dan pasang air laut. “Kami terus berupaya dari tahap pra hingga pasca bencana untuk memastikan masyarakat Merauke terlindungi dari risiko banjir,” ujar Nonce.

Mengatasi Dampak Banjir

Banjir pada 5 April 2025 yang merendam permukiman warga di Merauke menjadi pengingat akan pentingnya sinergi dalam penanganan bencana. Apolo Safanpo mengajak semua pihak untuk mengambil langkah nyata agar banjir dapat diantisipasi secara efektif, sekaligus menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Pemprov Papua Selatan

Berita Terkait

Kisah Herman Hisage di Penamatan Sekolah GKI Efesus Tomisa: Modal Rp2.000, Hikmat Tuhan, dan Konsistensi Pelayanan
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya Berbagi Kasih untuk Jemaat GKII Antiokhia Sugapa
Bawa Semangat dari Pesisir, Tim Mini Soccer SD YPPK Kokonao Siap Guncang Kapolda Cup 2026
Kapolda Papua Tengah Tegaskan Pembinaan Usia Dini Fondasi Atlet Hebat Masa Depan
Bupati Wilem Wandik: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Tolikara
Ketua PKK Tolikara Ny.Elisabet Wandik Terima Indonesia People’s Choice Awards 2026
11 Pejabat Baru, Papua Pegunungan Mantapkan Reformasi Birokrasi
Bibit Ikan dan Pertanian, Harapan Baru untuk Keluarga Papua Tengah

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:00 WIT

Kisah Herman Hisage di Penamatan Sekolah GKI Efesus Tomisa: Modal Rp2.000, Hikmat Tuhan, dan Konsistensi Pelayanan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:39 WIT

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya Berbagi Kasih untuk Jemaat GKII Antiokhia Sugapa

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:18 WIT

Bawa Semangat dari Pesisir, Tim Mini Soccer SD YPPK Kokonao Siap Guncang Kapolda Cup 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:30 WIT

Kapolda Papua Tengah Tegaskan Pembinaan Usia Dini Fondasi Atlet Hebat Masa Depan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:32 WIT

Bupati Wilem Wandik: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Tolikara

Berita Terbaru