NDUGA – Sekelompok warga melakukan aksi pemalangan terhadap Kantor Bupati Nduga dan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Distrik Kenyam, Rabu (22/7/2026).
Aksi tersebut dipicu kekecewaan terhadap kinerja pemerintah daerah yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Koordinator aksi, Elimus Wandikbo, mengatakan pemalangan dilakukan sebagai bentuk protes karena sejumlah dinas dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
“Semua dinas ini tidak menjalankan tugasnya dengan baik, makanya saya palang kantor keuangan (BPKAD) dan Kantor Bupati,” ujar Elimus.
Elimus juga mengaku turut terlibat dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya. Namun, menurutnya hingga kini ia belum merasakan adanya manfaat maupun program yang dijanjikan pemerintah.
Ibahkan Elimus mengklaim telah menunggu selama dua tahun, tetapi berbagai janji pembangunan yang disampaikan kepadanya tak kunjung terealisasi.
“Saya palang itu karena politik (Pilkada) kemarin saya jadi korban, uang dengan babi semua habis. Bupati sudah saya temui di rumah dan di kantor, tapi tidak bisa layani saya. Makanya saya palang,” katanya.
Menindaklanjuti aksi tersebut, personel Polres Nduga yang dipimpin Kasat Samapta Iptu Motalip Litiloly segera mendatangi lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif dan berkomunikasi dengan massa.
Upaya mediasi membuahkan hasil. Setelah dilakukan dialog dan musyawarah, massa akhirnya sepakat membuka kembali akses menuju kedua kantor pemerintahan tersebut.
“Setelah kami berkonsolidasi dan massa berembuk, akhirnya massa bersedia memberikan kunci gembok yang digunakan untuk memalang,” kata Motalip.
Polres Nduga memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Distrik Kenyam tetap aman dan kondusif pascaaksi tersebut. Polisi juga mengimbau seluruh masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui jalur yang sesuai serta mengedepankan dialog untuk menyelesaikan setiap persoalan.
Penulis : Roy Purba
Editor : Buendi















