Kisah Tragis Bocah 9 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Tiri: Motif Kesal Lelah Mengasuh

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Senin, 14 April, seorang bocah perempuan berusia 9 tahun ditemukan tak bernyawa di Perairan Pantai Holtekamp Jayapura, Papua.

Penemuan jasad tersebut membuat geger masyarakat Jayapura, lantaran kondisi jasad sudah tidak utuh dengan tanpa kepala dan kaki.

Dari penyelidikan dan tes DNA terungkap identitas korban adalah Nurmila Nainin alias Tapasya, warga Kelurahan Tanjung Ria Dok IX, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.

Kasus ini terungkap dengan memakan waktu selama sebulan. Polisi lantas mencurigai gelagat ayah tiri korban yang gelisah saat temuan jasad.

Polisi kemudian memeriksa ayah tiri korban bernama Muslimin (40) sebagai saksi hingga naik status menjadi tersangka. Dari pemeriksaan, terungkap motif MN menghabisi nyawa sang anak tiri.

Tersangka mengaku kesal dengan tingkah istri yang sering meninggalkan korban. Kondisi ini menyebabkan tersangka harus mengasuh korban sendiri.

Berdalih lelah mengasuh korban,. tersangka melakukan tindak kekerasan hingga meninggal dunia. Usai menghabisi nyawa sang anak, tersangka membuang jasad di laut untuk menghilangkan jejak tindakan kejinya.

“Motifnya pelaku lelah mengasuh korban hingga melakukan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia,” ungkap Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen didampingi Kasat Reskrim, AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda.

Cekik Leher Korban hingga Hidung Keluarkan Darah

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen didampingi Kasat Reskrim, AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda merilis pengungkapan kasus pembunuhan Tapasya, bocah perempuan 9 tahun. (Syaiful/Potret Papua)

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku telah mencekik leher korban hingga mengeluarkan hidung darah. Korban yang tidak sadarkan diri dimasukan dalam baskom hitam sebelum dibawa ke laut menggunakan perahu warga.

Untuk menghilangkan jejak, tersangka mengikat kaki korban pada karung berisi batu sebelum dibuang di laut. Jarak lokasi tubuh korban dibuang sekitar 4,1 mil ke arah timur dari Dok IX.

“Korban ini dicekik dulu sampai hidung mengeluarkan darah sebelum dibuang ke laut. Jaraknya 4,1 mil dari Dok IX,” ungkap Fredrickus.

Atas perbuatannya, Muslimin dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. (*)

Penulis : Syaiful

Editor : Achmad

Berita Terkait

Wamendagri Luruskan Persepsi: OAP Tidak Bisa Disebut Minoritas
Ketua Sinode GIDI Resmikan dan Buka Gedung Gereja Jemaat GIDI Agape Eo Wiyuneri
Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Perdamaian Konflik Jayawijaya Digelar 23 Mei di Mapolres Jayawijaya
Velix Wanggai Dorong “MBG Rasa Papua”, Program Gizi Nasional Dinilai Jadi Motor Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Papua Pegunungan
Polres Intan Jaya Awasi Ketat Distribusi Beras Bulog dan Minyak Kita ke Sugapa
Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Polda Papua Bergerak Cepat Amankan Situasi
Plt Kapolres Puncak Jaya Bersama TNI Gelar Patroli Dialogis Jalan Kaki di Distrik Mulia
Wakil Gubernur Ones Pahabol Dorong Papua Pegunungan Jadi Pusat Pertumbuhan Digital Melalui Community Gateway Wamena

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:42 WIT

Wamendagri Luruskan Persepsi: OAP Tidak Bisa Disebut Minoritas

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:55 WIT

Ketua Sinode GIDI Resmikan dan Buka Gedung Gereja Jemaat GIDI Agape Eo Wiyuneri

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:08 WIT

Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Perdamaian Konflik Jayawijaya Digelar 23 Mei di Mapolres Jayawijaya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:09 WIT

Velix Wanggai Dorong “MBG Rasa Papua”, Program Gizi Nasional Dinilai Jadi Motor Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Papua Pegunungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:49 WIT

Polres Intan Jaya Awasi Ketat Distribusi Beras Bulog dan Minyak Kita ke Sugapa

Berita Terbaru