MULIA-Dalam rangka mendukung program nasional untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas. Maka Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Puncak Jaya (DP3AKB) terus berupaya untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting. Berlangsung di Distrik Muara dan diikuti oleh 8 Kampung.
Turut hadir Kepala Bidang Keluarga Berencana Periben Enumbi,ST dr. Metty Wonda, Sri Wahyuningsih Amd. Keb, Maria Barekhala, Amd Keb, Martency Krey. SKM, serta seluruh staf DP3AKB.
Perlu diketahui bahwa sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang percepatan penurunan stunting dan menindaklanjuti Surat Menteri dalam Negeri Nomor 400.5.3/3161/Bangda hal pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di Daerah.
Pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, bayi di bawah lima tahun (Balita) dan calon pengantin (Catin).
Tujuan pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting yaitu untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.
Kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di Daerah, dilaksanakan 10 (sepuluh) Pasti intervensi serentak pencegahan stunting, diantaranya:Memastikan pendataan seluruh Catin, Ibu hamil dan Balita yang ada di wilayah kerjanya untuk menjadi sasaran; Seluruh Catin mendapatkan pendampingan serta memastikan kehadiran ibu hamil serta balita datang ke posyandu; Memastikan ketersediaan alat antrapometri terstandar di seluruh posyandu; Seluruh kader posyandu memiliki kader keterampilan dalam pengukuran antropometri terstandar serta penyuluhan untuk ibu hamil dan balita.
Serta memastikan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar; Intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi; Seluruh ibu hamil dan balita diberikan edukasi di posyandu; Pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi e-PPGBM dihari yang sama; Melakukan monitoring dan edukasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak dan Ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan.
Disela kegiatan Kabid KB DP3AKB juga ikut memberikan/membagikan Beras, Telur, Susu, Garam, Vetsin, Minyak Goreng, Gula, Teh, Aqua, Permen dan sebagainya sebagai salah satu milestone Proyek Perubahan dalam Diklat PKAnya.(Indah)
Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…
TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…
Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…
Dokome, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…
Wuyuneri, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…
Lombok Barat, 16 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi…