JAYAPURA — Upaya memperkuat layanan dasar air minum di Papua mendapat dukungan penuh dari UNICEF. Melalui program pertukaran pembelajaran kelembagaan, Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) menjalin kolaborasi strategis untuk membangun sistem pengelolaan air bersih yang profesional dan berkelanjutan.
WASH Officer UNICEF Papua–Papua Barat, Reza Hendrawan, menegaskan pentingnya berbagi praktik baik antar daerah. “Perseroda Jayapura telah menunjukkan keberhasilan sebagai lembaga pengelola air bersih yang mandiri dan profesional. Ini bisa menjadi rujukan bagi kabupaten lain yang sedang membangun sistem serupa,” ujarnya, Rabu (7/1) di Jayapura.
Reza menekankan bahwa penguatan kelembagaan adalah fondasi utama dalam mewujudkan layanan air bersih yang berkelanjutan, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). “Tanpa lembaga yang sah dan operasional, sistem tidak akan berjalan. Dengan pengelolaan profesional, masyarakat bisa berkontribusi melalui iuran, tanpa membebani APBN,” tambahnya.
Direktur Utama Perseroda Jayapura, Entis Sutisna, turut membagikan pengalaman transformasi kelembagaan yang telah dilalui, mulai dari BPAM, PDAM, hingga menjadi Perseroda. “Kami tunjukkan sistem pelayanan di Waena dan aspek legal kelembagaan agar bisa diadopsi sesuai kebutuhan daerah lain,” jelasnya.
Sebagai Ketua Perpamsi, Entis juga membuka peluang pendampingan dan pengembangan teknologi pengelolaan air minum untuk daerah-daerah yang membutuhkan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyambut baik studi banding ini sebagai langkah strategis. “Instruktur teknis sudah ada, tapi kelembagaan belum maksimal. Kami butuh model yang tepat agar pelayanan air bersih benar-benar menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hasil pembelajaran dari Jayapura dapat menjadi dasar perumusan sistem pengelolaan air minum dan air limbah domestik yang berkelanjutan di Mimika.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi















