Dua Asesor LAM Kependidikan Nilai Mutu Pendidikan di STT Arastamar Wamena

- Penulis

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 14 April 2026 — Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Wamena melaksanakan asesmen lapangan dalam rangka reakreditasi Program Studi Sarjana Pendidikan Agama Kristen oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 14–15 April 2026, dengan menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Junihot M. Simanjuntak M.Pd sebagai asesor pertama dan Dr. Heldy Jerry Rogahang, S.Th.,M.Th. sebagai asesor kedua.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi tahapan krusial dalam proses penilaian akreditasi, yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga menguji secara langsung implementasi sistem penjaminan mutu, kinerja tridharma perguruan tinggi, serta dampak lulusan terhadap masyarakat.

Dalam arahannya, Prof. Junihot menegaskan bahwa hari pertama asesmen difokuskan pada dua agenda besar. Pertama, proses verifikasi dan pencocokan antara dokumen laporan evaluasi diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dengan bukti fisik yang tersedia.


“Proses ini akan melihat sejauh mana kesesuaian antara apa yang dilaporkan dengan fakta di lapangan, baik dari sisi kelengkapan maupun keabsahan dokumen,” ujarnya.

Instrumen penilaian yang digunakan mencakup dua aspek utama, yakni kelengkapan dokumen dan kesahihan data. Tim asesor melakukan penelusuran mendalam terhadap berbagai dokumen pendukung, termasuk kurikulum, laporan kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kelembagaan.


“Agenda kedua adalah sesi wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan. Wawancara ini bertujuan menggali validitas data sekaligus mendapatkan gambaran nyata terkait kualitas penyelenggaraan pendidikan. Tegasnya.

Sebelum seluruh rangkaian asesmen dimulai, dilakukan penandatanganan pakta integritas antara tim asesor dan pimpinan STT Arastamar Wamena. Langkah ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memastikan proses asesmen berjalan objektif, transparan, serta bebas dari konflik kepentingan, praktik nepotisme, maupun bentuk pelanggaran etika lainnya.

“Asesmen ini diawali dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memastikan seluruh proses berlangsung objektif, tanpa konflik kepentingan, serta bebas dari praktik yang melanggar etika,” ujar Prof. Junihot

Sementara itu Dr. Heldy Jerry Rogahang memberikan apresiasi terhadap kesiapan STT Arastamar Wamena dalam menghadapi asesmen lapangan. Ia menilai bahwa persiapan yang dilakukan tidak hanya melibatkan pimpinan, tetapi juga seluruh unsur kampus secara kolektif.

“Kami melihat adanya kerja kolaboratif yang baik antara pimpinan, task force, dosen, hingga tenaga kependidikan. Ini menjadi indikator penting dalam membangun budaya mutu di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, asesmen lapangan bukan sekadar proses penilaian, tetapi juga ruang evaluasi bersama untuk mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
“Kami berharap hasil dari asesmen ini tidak hanya berhenti pada nilai akreditasi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat mendorong peningkatan, bahkan lompatan kemajuan bagi program studi,” tambahnya.

Ketua STT Arastamar Wamena, Dr. Sensius Amon Karlau, S.Th., M.Pd menegaskan bahwa reakreditasi ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di Provinsi Papua Pegunungan.

Ia menjelaskan bahwa STT Arastamar Wamena yang berada di jantung ibu kota provinsi saat ini telah memiliki lima program studi unggulan yang seluruhnya telah terakreditasi, baik oleh lembaga akreditasi mandiri maupun Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Proses reakreditasi ini pada dasarnya adalah upaya kami melaporkan secara jujur dan sistematis seluruh capaian yang telah kami kerjakan. Dokumen yang disiapkan bukan sesuatu yang instan, tetapi merupakan hasil kerja panjang yang telah dilakukan selama lebih dari tiga hingga empat tahun terakhir,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa STT Arastamar tidak hanya berfokus pada menghasilkan lulusan secara kuantitas, tetapi juga kualitas yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kami melakukan tracer study, survei kepuasan pengguna lulusan, serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa lulusan kami benar-benar mampu berkontribusi dalam pembangunan di Tanah Papua, khususnya Papua Pegunungan,” katanya.

Dalam jangka panjang, STT Arastamar Wamena menargetkan transformasi kelembagaan menjadi universitas berbasis keagamaan Kristen. Hal ini tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) yang telah disusun dan diimplementasikan secara bertahap.

Dokumen RIP tersebut terintegrasi dengan berbagai perencanaan strategis lainnya, seperti Rencana Strategis (Renstra), Rencana Operasional (Renop), hingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) institusi.

“Semua arah pengembangan sudah tertuang dengan jelas dalam RIP. Target kami adalah naik level menjadi universitas, sehingga Papua Pegunungan memiliki perguruan tinggi berbasis keagamaan Kristen yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata,” tegas Sensius.


Ia optimistis, melalui proses asesmen ini, STT Arastamar dapat memperoleh hasil terbaik sekaligus mendapatkan masukan konstruktif untuk pengembangan institusi ke depan.

Asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan ini menjadi momentum penting bagi STT Arastamar Wamena untuk memperkuat tata kelola, sistem penjaminan mutu internal, serta daya saing akademik di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar penilaian, proses ini juga diharapkan mampu mempertegas peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan serta komitmen seluruh civitas akademika, STT Arastamar Wamena menatap optimistis hasil reakreditasi, sekaligus melangkah menuju transformasi kelembagaan yang lebih besar di masa mendatang.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP
Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi
Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik
BPS Puncak Jaya Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, Warga Diajak Berkontribusi untuk Pembangunan
Merajut Aspirasi, Memperkuat Sinergi, Menuju Kesejahteraan Masyarakat Puncak Jaya
Sekda Papua Pegunungan Buka Rakortekrenbang 2027, Tegaskan Sinkronisasi Pembangunan Daerah dan Nasional
Papua Pegunungan Gelar Bimtek PPK dan Pejabat Pengadaan, Dorong Tata Kelola Transparan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WIT

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP

Selasa, 14 April 2026 - 20:32 WIT

Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Selasa, 14 April 2026 - 20:19 WIT

Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi

Selasa, 14 April 2026 - 15:43 WIT

Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik

Selasa, 14 April 2026 - 13:20 WIT

Dua Asesor LAM Kependidikan Nilai Mutu Pendidikan di STT Arastamar Wamena

Berita Terbaru