Daerah

Strategi Baru Papua Pegunungan: Ekonomi Kampung Diangkat Lewat Koperasi

Wamena, Senin, 15 Juli 2025, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT) menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan menjadi elemen kunci dalam mendukung ketahanan pangan lokal di Papua Pegunungan melalui penyediaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT RI, Mulyadin Malik, dalam kunjungannya ke Wamena. Ia menyebut bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan dapur MBG yang tersebar di delapan kabupaten Papua Pegunungan.

“Kopdes Merah Putih merupakan ekosistem baru dalam mengembangkan potensi ekonomi desa atau kampung di Papua Pegunungan. Peran koperasi ini sangat strategis dalam menampung hasil bumi petani lokal dan mendistribusikannya langsung ke dapur MBG,” ujar Mulyadin Malik.

Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga kurang mampu, membutuhkan pasokan bahan pangan yang besar dan berkelanjutan. Kopdes Merah Putih hadir sebagai solusi konkret dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal sebagai sumber utama bahan baku. Menurut Malik, koperasi desa akan menjadi sentra ekonomi kampung, di mana pengelolanya menampung hasil bumi dari para petani dan menyalurkannya ke dapur MBG. Skema ini diyakini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa secara signifikan, karena hasil panen yang selama ini dijual ke pasar atau tengkulak kini bisa dibeli langsung oleh koperasi.

Untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih, Kemendes PDTT membuka akses pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan nasional, seperti Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, dan BNI, serta Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan skema pinjaman koperasi lokal. Setiap pengajuan proposal dari Kopdes akan melalui proses verifikasi kelayakan usaha oleh keempat sumber pembiayaan tersebut. Jika dinyatakan layak, koperasi berhak memperoleh pinjaman sesuai kebutuhan dan potensi usaha desa masing-masing.

“Kami berharap Kopdes Merah Putih mampu menjalankan usaha yang sesuai dengan potensi lokal desa. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan,” tutup Mulyadin Malik.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Wisuda Perdana Politeknik Agraria STPN, Menteri ATR/BPN Dorong SDM Profesional dan Berintegritas

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 568…

3 jam ago

Kuliah Umum STPN Sleman, Nusron dan Rocky Gerung Dorong Kebebasan Berpikir

​Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya…

3 jam ago

Bimtek Pustakawan 2026: Perpustakaan Harus Inklusif dan Mudah Diakses

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong perpustakaan di daerah itu bertransformasi…

3 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Studi Akhir Rp20 Miliar untuk 1.674 Mahasiswa

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan…

5 jam ago

Itwasum Polri Gelar Audit Kinerja di Polda Papua Tengah, Dorong Tata Kelola Transparan

Nabire — Polda Papua Tengah menerima kunjungan tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri untuk pelaksanaan…

7 jam ago

Kebakaran Hebat di Paniai Timur: 40 Rumah Ludes, 11 Warga Tewas, Polisi Kerahkan Water Canon dan Selidiki Penyebab

PANIAI – Kebakaran hebat melanda kawasan Kompas Lama, Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai,…

12 jam ago