Daerah

Segera Rumuskan Perda Adat Demi Persatuan, Bukan Perpecahan

WAMENA – Tokoh Masyarakat Papua Pegunungan, Dopen Wakerkwa SH, kembali menyerukan kepada Pemerintah Provinsi Papua, MRP, DPR dan Asosiasi Bupati Pegunungan agar segera merumuskan dan mengesahkan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) dan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penanganan konflik adat antar suku di wilayah Papua Pegunungan.

Dopen menekankan pentingnya regulasi yang jelas terkait penyelesaian konflik berbasis hukum adat, termasuk besaran denda adat yang harus diberlakukan jika terjadi pelanggaran. “Ini sangat penting agar tidak ada kesan pembiaran terhadap konflik yang berulang tanpa adanya aturan adat yang tegas,” ujarnya.

Ia meminta Gubernur Papua Pegunungan, DPR Papua Pegunungan, dan MRP Papua Pegunungan dan Asosiasi Bupati Papua Pegunungan duduk bersama untuk merumuskan aturan tersebut, serta melibatkan seluruh kepala daerah melalui Asosiasi Bupati se-Papua Pegunungan.

“Jika aturan ini disepakati, maka bisa langsung diturunkan ke delapan kabupaten agar setiap daerah memiliki pedoman yang sama dalam menyelesaikan pelanggaran adat,” tambahnya.

Dopen juga menyoroti pentingnya sinergi antara hukum adat dan hukum nasional. Ia mencontohkan kasus pembunuhan yang harus segera ditindak secara hukum positif, namun juga perlu diselesaikan secara adat agar tercipta keadilan yang menyeluruh dan diterima masyarakat.

Tak hanya kepada pemerintah, Dopen juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tegas dalam menangani kasus-kasus pelanggaran hukum. “Jangan sampai masyarakat merasa tidak ada kejelasan hukum, baik secara nasional maupun adat ini yang sering persoalan menjadi melebar” tegasnya.

Dopen Wakerkwa juga berpesan bahwa sesama orang asli Papua tidak boleh lagi terjebak dalam konflik, apalagi sampai terjadi perang suku. Menurutnya, jumlah orang asli Papua semakin sedikit sehingga sangat penting menjaga kebersamaan dan persatuan.

“Orang asli Papua sudah sedikit. Karena itu, jangan lagi ada konflik antar sesama, apalagi perang suku. Kita harus menjaga kebersamaan,” ujar Dopen.

Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan dengan cara damai, melalui aturan adat yang jelas dan disepakati bersama. Dengan adanya Perda adat, masyarakat akan memiliki pedoman yang tegas dalam menyelesaikan pelanggaran tanpa harus menimbulkan konflik berkepanjangan.

Dopen juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Papua Pegunungan. “Kalau kita bersatu, kita bisa menjaga masa depan anak cucu kita,” tambahnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan

WAMENA — Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Patrige Renwarin, SH, M.Si mempertanyakan sejauh mana upaya…

5 jam ago

Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo

DEKAI — Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) II KNPI Kabupaten…

6 jam ago

Satgas Damai Cartenz Amankan NB, Diduga Pasukan KKB Batalyon Yamue di Dekai Yahukimo

DEKAI, YAHUKIMO – Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengamankan seorang…

6 jam ago

Ketua TP-PKK Nduga Ny. Replina K. Beon Pimpin Pertemuan Rutin Bulanan, Tegaskan Konsistensi Jalankan 10 Program Pokok PKK untuk Kesejahteraan Keluarga

KENYAM, 23 September 2026 — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nduga, Ny. Replina K. Beon,…

7 jam ago

Kapolres Jayawijaya Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Miras, Wanita Muda Ditangkap di Hom-Hom

WAMENA — Satuan Reserse Narkoba Polres Jayawijaya mengamankan seorang wanita berinisial VOMR (24) yang diduga…

7 jam ago

Launching Sekolah Sepanjang Hari, Kapolres Puncak Jaya Bicara Masa Depan Anak Papua

Puncak Jaya – Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono, menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Program Sekolah…

9 jam ago