Daerah

PMPTSP Keerom Gelar Dialog Investasi,  Wabup Wahfir: Harus Melibatkan dan Memberi Manfaat Bagi Masyarakat Keerom

ARSO-Pemerintah Kabupaten Keerom terus berupaya membangun iklim investasi yang berdaya saing dan mendorong pemerataan kegiatan perekonomian.

Guna mewujudkan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) melaksanakan Dialog Investasi dan Temu Usaha serta Sosialisasi Submisision Risk blBased Approach (OSS-RBA) bagi pelaku usaha di Kabupaten Keerom yang dilaksanakan di Grande Arso, Selasa (19/9)

Dialog Investasi dan Temu Usaha serta Sosialisasi Submisision Risk Based Approach (OSS-RBA) di Kabupaten Keerom. Acara ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama dan mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada guna meningkatkan kegiatan investasi di daerah.

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Keerom Wahfir Kosasih mengatakan Pemberdayaan usaha Mikro Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan memberikan fasilitas, kemudahan, dan insentif penanaman modal serta promosi penanaman modal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi dan kegiatan ekonomi, serta mendorong pemerataan kegiatan perekonomian nasional.

Perbaikan iklim penanaman modal dengan fokus pada pengembangan pangan, infrastruktur, dan energi. Selain itu, juga dilakukan penanaman modal yang berwawasan lingkungan (Investment Green) untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Wabup Wahfir menambahkan Koordinasi yang intensif dengan SKPD terkait lainnya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom dalam rangka pelaksanaan Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sangatlah penting.

Pemerintah Kabupaten Keerom juga menekankan bahwa kegiatan investasi harus melibatkan dan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan investasi diharapkan dapat terjadi transformasi teknologi dan kemampuan manajerial yang dapat membangun jiwa interpreneurship kepada masyarakat.

Dengan demikian, pada saat dan dalam waktu tertentu masyarakat adat Papua dan khususnya bagi masyarakat adat Keerom serta seluruh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Keerom dapat mengelola tanah, hutan, dan seluruh kekayaan alam lainnya secara mandiri yang mampu menghidupi diri dan keluarganya serta masyarakat disekitarnya. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat menjadi “tuan di negerinya sendiri”.(gin)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

PANIAI – Kepolisian Resor (Polres) Paniai menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah (Pemda)…

7 jam ago

74 Tahun Masuknya Gereja Katolik di Sugapa, Polres Intan Jaya Hadir Mendukung Perayaan dengan Semangat Kebersamaan

INTAN JAYA – Kepolisian tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam…

8 jam ago

Sekda Elai Giban Tekankan Disiplin ASN dan Penertiban Aset dalam Apel Pagi Pemprov Papua Pegunungan

WAMENA, 19 Oktober 2026 – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M.,…

8 jam ago

Bupati Lanny Jaya Tegaskan Bahasa Ibu sebagai Identitas Papua di Kongres Bahasa Daerah Se-Indonesia

JAYAPURA- 19 Oktober 2026 – Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd, menghadiri Kongres Bahasa Daerah…

9 jam ago

Fredi Ginia Tabuni Turun ke Lapangan: Pemerintah Lanny Jaya Dorong Pembangunan Jalan, Air Bersih, dan Sanitasi untuk Perkuat Ekonomi dan Kesehatan Warga

TIOM – Wakil Bupati Lanny Jaya, Fredi Ginia Tabuni, S.T., turun langsung meninjau sejumlah pembangunan…

14 jam ago

Resmi Bergabung, 11 Anggota DPR Papua Pegunungan Jalur Otsus Ucapkan Sumpah dan Janji untuk Sisa Masa Jabatan 2024–2029

WAMENA, 19 Oktober 2026 – Sebanyak 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Pegunungan…

17 jam ago