Daerah

Pemuda Baptis West Papua Gelar Seminar Tentang Pelindungan Sumber Daya Alam di Lanny Jaya

Tiom – Departemen pemuda baptis west papua menggelar seminar sehari tentang upaya pemuda dalam menjaga sumber daya alam sebagai sumber kehidupan, kekayaan yang diberikan tuhan dan diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur.

Ketua departemen pemuda baptis west papua, Akia Wenda, menegaskan bahwa warga baptis yang berdomisili di tanah lanny jaya, dari beam hingga kuyawagge, memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan mewariskan sumber daya alam kepada generasi berikutnya.

“Sumber daya alam yang dimaksud meliputi tanah, hutan, air, gunung, dan batu. kita harus menjaganya dengan baik,” tegas Akia Wenda.

Menurutnya, warga baptis di lanny jaya sesungguhnya memiliki kekayaan yang melimpah, hasil langsung dari sumber daya alam yang dikelola dengan bijaksana.

“kami kaya karena memiliki hutan yang dapat menghasilkan uang, tanah yang produktif, serta ternak seperti babi, ayam, dan kelinci yang dapat menjadi sumber penghasilan. sesungguhnya, kami ini adalah orang-orang yang kaya,” jelasnya.

untuk menjaga sumber daya alam secara berkelanjutan, diperlukan kesepakatan yang mengikat dari berbagai pihak, termasuk gereja, tokoh intelektual, pemerintah di distrik, dan kampung, serta mendorongnya menjadi peraturan daerah melalui usulan aspirasi dpr.

Wakil ketua departemen pemuda baptis west papua, Yunias Wenda, menegaskan bahwa pendidikan di lanny jaya harus dimulai dari rumah dan keluarga, kemudian dilanjutkan ke gereja dan sekolah.

“masa depan anak akan ditentukan dari keluarga, gereja, dan sekolah,” paparnya.

ia juga menyarankan agar pemerintah daerah lanny jaya melalui dprk segera membuat perda bersama dengan lsm untuk memastikan perlindungan tanah dan hutan di wilayah tersebut.

Selain itu, dalam seminar ini juga dibahas hasil forum diskusi grup (FGD) lima pilar yang diselenggarakan pada tahun 2024 di wilayah tabi, yang meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi, ham, dan kemajuan iman.

acara ini dihadiri oleh pemuda dari 11 gereja di wilayah Tiomengga, pada hari sabtu (7/6/2025).

Ketua wilayah tiomengga, Enis Wenda, menegaskan bahwa di wilayah baptis dilarang adanya pos-pos tni dan pedagang, serta melarang penjualan tanah, hutan, air, dan sumber daya alam.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tim Gabungan Polda dan Polres Puncak Lakukan Olah TKP Kasus Penjarahan di Puncak

PUNCAK – Polda Papua Tengah bersama Polres Puncak bergerak mengungkap kasus pembakaran, pengerusakan dan penjarahan…

4 jam ago

Kolaborasi PKK dan Dinas Pendidikan Perkuat Ruang Belajar Anak Papua Pegunungan

WAMENA, 13 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan…

5 jam ago

TP PKK Papua Pegunungan Gelar Cerdas Cermat SMP Sambut Kemerdekaan

WAMENA, 13 Agustus 2026 – Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Provinsi Papua…

5 jam ago

76 Anggota Paskibraka Papua Pegunungan Mantapkan Latihan Jelang HUT RI ke-81

Wamena, 13 Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati HUT ke-81…

5 jam ago

Festival Tolikara 2026: Dekranasda Angkat Potensi Kerajinan ke Panggung Publik

KARUBAGA, TOLIKARA, Papua Pegunungan — Festival Etnik Religi Tolikara 2026 menjadi panggung bagi Dewan Kerajinan…

14 jam ago

PAI Tolikara Angkat Keindahan Anggrek, Pesan Pelestarian Menggema di Festival Etnik Religi 2026

KARUBAGA, TOLIKARA, Papua Pegunungan — Kekayaan flora Kabupaten Tolikara turut mendapat ruang dalam Festival Etnik…

14 jam ago
grandpashabet   holiganbet   casibom   casibom