Daerah

Pelatihan Protokol Digelar, Bupati Jayawijaya Tegaskan Pentingnya Etika dan Profesionalisme

Wamena, 26 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Bidang Protokol dan Koordinasi Pimpinan Setda menggelar pelatihan khusus bagi para pengawal pribadi (Walpri), ajudan, dan sopir pimpinan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pelayanan keprotokolan sesuai standar nasional hingga internasional.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, SH, MH, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendampingan terhadap pejabat negara di berbagai level, mulai dari Presiden hingga kepala daerah.

“Menjadi protokoler itu ada sekolahnya. Ada aturan-aturan yang harus dipahami dan diterapkan. Saya ingin ADC, ajudan, dan driver kita dibekali pelatihan yang tepat, karena saat bertugas di hadapan pejabat pusat, semua mata tertuju pada bagaimana kita menjalankan protokol,” ujar Bupati Atenius dalam sambutannya.

Ia mencontohkan pentingnya memahami urutan tindakan saat turun dari kendaraan dinas dalam kunjungan resmi. Kesalahan kecil seperti membuka pintu mobil atau posisi berdiri yang tidak tepat bisa mencoreng citra daerah.

Bupati Atenius berharap pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung agar peserta benar-benar memahami peran dan tanggung jawab mereka.

“Saya tidak ingin ada lagi yang salah posisi atau bingung saat bertugas. Ini bukan soal gaya, tapi soal kehormatan daerah,” tegasnya.

Pelatihan ini turut menghadirkan Widyaiswara dan Konsultan Kementerian Sekretariat Negara RI, Sandra Erawanto, S.STP, M.Pub.Pol., Ph.D. Dalam paparannya, Sandra menekankan bahwa para petugas protokol, termasuk Sekpri, Walpri, Aspri, ajudan, dan sopir, merupakan representasi langsung dari pimpinan daerah.

“Mereka adalah wajah pertama yang dilihat publik dan tamu. Sikap dan perilaku mereka mencerminkan kualitas institusi dan pribadi pimpinan. Maka penting untuk membentuk paradigma pelayanan yang sopan, humanis, dan sesuai standar protokol internasional,” jelas Sandra.

Ia juga menyoroti pentingnya kesetaraan dalam pelayanan. Menurutnya, tidak boleh ada perbedaan sikap antara melayani pejabat dan masyarakat biasa.

“Etika dalam pelayanan adalah kunci. Protokol mengatur tata cara bersikap dalam berbagai acara, baik formal, semi-formal, maupun adat. Ini harus dipahami oleh seluruh tim pendamping pimpinan,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem keprotokolan yang profesional dan berkelas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Penguatan Peran Bunda PAUD Papua Pegunungan, Pokja dan BPMP Gelar Pembekalan Jelang Pelantikan

Wamena, 9 Mei 2026 — Menjelang pelantikan Pengurus Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Pegunungan yang…

4 jam ago

Ones Pahabol: MBG Jadi Solusi Pengangguran dan Penggerak Ekonomi Papua Pegunungan

Wamena, 9 Mei 2026 — Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menegaskan komitmennya untuk mempercepat…

5 jam ago

Velix Wanggai Dorong “MBG Rasa Papua”, Program Gizi Nasional Dinilai Jadi Motor Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Papua Pegunungan

Wamena, 9 Mei 2026 — Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando…

5 jam ago

Polres Intan Jaya Awasi Ketat Distribusi Beras Bulog dan Minyak Kita ke Sugapa

Intan Jaya – Polres Intan Jaya terus melakukan pengawasan ketat terhadap pendistribusian bahan pokok berupa…

5 jam ago

Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Polda Papua Bergerak Cepat Amankan Situasi

Jayapura, 8 Mei 2026 – Polda Papua menunjukkan respons cepat dan terukur dalam menangani situasi…

11 jam ago

Plt Kapolres Puncak Jaya Bersama TNI Gelar Patroli Dialogis Jalan Kaki di Distrik Mulia

Mulia – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Polres Puncak Jaya…

13 jam ago