Daerah

Jaga Babi, Jaga Budaya: Puncak Jaya Perkuat Ketahanan Sosial Lewat Vaksinasi ASF

Muli, Puncak Jaya, 25 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan warisan budaya masyarakat pegunungan Papua. Melalui kegiatan vaksinasi massal ternak babi di Kampung Yigimbut, upaya pencegahan penyakit African Swine Fever (ASF) terus digencarkan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIT ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat otoritas veteriner dari Kabupaten Nabire. Kepala Dinas Peternakan Puncak Jaya, Eri Wonda, S.IP., M.Si., menegaskan pentingnya peran ternak babi dalam kehidupan masyarakat Papua.

“Ternak babi adalah harta kekayaan kami. Kalau masyarakat non-OAP menyimpan uang di bank, kami orang Papua menyimpan kekayaan kami dalam bentuk babi, rumah adat, dan tanah,” ujar Eri Wonda.

Ia menambahkan bahwa babi memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi, digunakan dalam berbagai upacara adat seperti pembayaran maskawin, penyelesaian konflik, hingga perayaan keagamaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ternak babi berarti menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Pelatihan ini juga mendapat dukungan dari drh. Dewa Ayu Diwita Karmi Maryati, pejabat otoritas veteriner dari Kabupaten Nabire, yang hadir langsung memberikan pendampingan teknis. Ini merupakan kolaborasi ketiga antara Kabupaten Puncak Jaya dan Nabire dalam memerangi ASF.

Menurut Sudarsana, perwakilan dari dinas terkait, kegiatan ini didanai oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2025. Sebanyak 85 ekor babi telah divaksinasi dan didistribusikan kepada kelompok tani binaan. Selain itu, bantuan berupa obat-obatan, vitamin, dan pakan ternak juga disalurkan untuk mendukung peternak lokal.

Adapun langkah-langkah strategis yang dilakukan meliputi:
– Surveilans tahunan untuk memantau penyebaran ASF
– Penyuluhan kepada masyarakat tentang gejala dan pencegahan penyakit
– Penyemprotan disinfektan dan vaksinasi massal
– Pemusnahan ternak terinfeksi untuk mencegah penularan
– Pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah

Dengan kolaborasi lintas kabupaten dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya optimistis dapat menjaga wilayahnya tetap bebas dari ASF. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal dan menjaga identitas budaya masyarakat Papua.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kasus Penikaman Penjual Bakso Gegerkan Wamena, Polres Jayawijaya Kumpulkan Keterangan Warga dan Pastikan Situasi Tetap Kondusif

WAMENA — Seorang penjual bakso berinisial KA (34) menjadi korban penikaman di Jalan Karujaya, Wamena,…

12 jam ago

Polsek Asologaima Gelar Patroli Harkamtibmas, Kapolsek Samladin Tekankan Pentingnya Jaga Keamanan Bersama Warga

WAMENA — Kepolisian Sektor (Polsek) Asologaima melaksanakan patroli dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat…

12 jam ago

Ketua Dekranasda Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo Tampil di Parade Wastra Nusantara, Perkenalkan Busana Tradisional sebagai Identitas dan Kebanggaan Budaya

JAKARTA, 30 September 2026 – Keindahan dan kekayaan budaya Papua Pegunungan kembali mendapat ruang untuk…

12 jam ago

Bupati Wilem Wandik Dorong Inovasi Pengrajin Tolikara di Kriyanusa 2026: Dari Batik Tulis, Noken, hingga Produk Emas Papua Tampil di Panggung Nasional

Jakarta, 30 September 2026 — Beragam karya kreatif masyarakat Tolikara tampil dalam Pameran Kriyanusa 2026…

12 jam ago

Langkah Nyata Perkuat Pelayanan Publik: Batu Pertama Pembangunan Polsek Agimuga, Kokonao, dan Fasilitas Kesehatan Bhayangkara Mimika Diletakkan

Mimika – Komitmen memperkuat kehadiran dan pelayanan Kepolisian Negara Republik Indonesia di tengah masyarakat terus…

13 jam ago

Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat

PUNCAK JAYA – Lapangan Apel Mako Polres Puncak Jaya menjadi saksi penguatan kembali komitmen jajaran…

23 jam ago