Daerah

Paulus Waterpauw: Kekerasan di Korowai Hambat Pembangunan Papua

JAYAPURA-Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot maskapai perintis di Distrik Korowai, Kabupaten Boven Digoel, yang berdampak pada penutupan 11 bandara perintis di Papua.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Waterpauw menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

“Sebagai pribadi dan sebagai bagian dari Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, saya sangat prihatin dan mengutuk keras perbuatan biadab ini. Itu kekerasan yang tidak bisa kita terima,” tegasnya.

Soroti Misi Kemanusiaan Penerbangan Perintis

Waterpauw menekankan bahwa para pilot yang bertugas di pedalaman Papua menjalankan misi kemanusiaan, membuka akses wilayah terisolasi, serta menopang distribusi logistik dan pelayanan masyarakat.

Menurutnya, aksi kekerasan tersebut bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga mencoreng nama Papua secara keseluruhan dan merugikan masyarakat luas.
“Akibatnya sekarang pelayanan penerbangan terganggu. Sebelas bandara perintis ditutup. Yang menderita masyarakat Papua sendiri,” ujarnya.

Minta Aparat dan Pemda Bersatu

Menanggapi situasi keamanan pascakejadian, Waterpauw meminta pemerintah daerah, TNI, dan Polri memperkuat koordinasi serta menyatukan langkah penanganan.
Ia menegaskan pentingnya:

• Koordinasi terpadu antarinstansi
• Tidak bergerak secara parsial
• Melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama
• Menyatukan komando dalam merespons setiap eskalasi keamanan

“Satukan komando, bergerak bersama. Jangan sendiri-sendiri. Setiap persoalan harus dikoordinasikan dengan baik,” katanya.

Jangan Nodai Pembangunan Papua

Waterpauw juga mengingatkan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua. Ia menilai aksi kekerasan semacam ini justru menghambat proses pembangunan dan memperburuk persepsi terhadap Papua.

Sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, ia menegaskan komitmen menjembatani aspirasi daerah dengan kebijakan pemerintah pusat demi kemajuan Papua yang berkelanjutan.

Peristiwa di Korowai sendiri berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan perintis yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas wilayah pedalaman.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polsek Makimi Dampingi Penjualan 7,55 Ton Jagung ke BULOG

NABIRE – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui pendampingan penjualan…

4 jam ago

Merawat Kebersihan, Merajut Persaudaraan: Polres Intan Jaya Hadir di Kampung Wandoga

INTAN JAYA – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Intan Jaya melaksanakan…

5 jam ago

Subsidi Transportasi Udara dan Laut, Jalan Pemerintah Dekatkan Pelayanan ke Kampung

Oleh John NR Gobai DPR Papua Tengah Pengantar Masyarakat Papua 70% ada didaerah daerah yang…

7 jam ago

Polres Puncak Jaya Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah Sambut HUT Bhayangkara ke-80

MULIA – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Puncak Jaya menggelar kegiatan bakti kesehatan…

8 jam ago

Polres Deiyai Gelar Baksos Bhayangkara, Wujud Nyata Kepedulian Polri

DEIYAI – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Deiyai bersama Polsek Tigi…

19 jam ago

DWP Tolikara Ikuti Rakerda Papua Pegunungan, Perkuat Peran Perempuan ASN

Wamena, 23 Juni 2026 – Upaya memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah terus dilakukan…

20 jam ago