Paulus Waterpauw: Kekerasan di Korowai Hambat Pembangunan Papua

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA-Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot maskapai perintis di Distrik Korowai, Kabupaten Boven Digoel, yang berdampak pada penutupan 11 bandara perintis di Papua.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Waterpauw menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

“Sebagai pribadi dan sebagai bagian dari Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, saya sangat prihatin dan mengutuk keras perbuatan biadab ini. Itu kekerasan yang tidak bisa kita terima,” tegasnya.

Soroti Misi Kemanusiaan Penerbangan Perintis

Waterpauw menekankan bahwa para pilot yang bertugas di pedalaman Papua menjalankan misi kemanusiaan, membuka akses wilayah terisolasi, serta menopang distribusi logistik dan pelayanan masyarakat.

Menurutnya, aksi kekerasan tersebut bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga mencoreng nama Papua secara keseluruhan dan merugikan masyarakat luas.
“Akibatnya sekarang pelayanan penerbangan terganggu. Sebelas bandara perintis ditutup. Yang menderita masyarakat Papua sendiri,” ujarnya.

Minta Aparat dan Pemda Bersatu

Menanggapi situasi keamanan pascakejadian, Waterpauw meminta pemerintah daerah, TNI, dan Polri memperkuat koordinasi serta menyatukan langkah penanganan.
Ia menegaskan pentingnya:

• Koordinasi terpadu antarinstansi
• Tidak bergerak secara parsial
• Melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama
• Menyatukan komando dalam merespons setiap eskalasi keamanan

“Satukan komando, bergerak bersama. Jangan sendiri-sendiri. Setiap persoalan harus dikoordinasikan dengan baik,” katanya.

Jangan Nodai Pembangunan Papua

Waterpauw juga mengingatkan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua. Ia menilai aksi kekerasan semacam ini justru menghambat proses pembangunan dan memperburuk persepsi terhadap Papua.

Sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, ia menegaskan komitmen menjembatani aspirasi daerah dengan kebijakan pemerintah pusat demi kemajuan Papua yang berkelanjutan.

Peristiwa di Korowai sendiri berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan perintis yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas wilayah pedalaman.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan
Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan
Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan
Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34
Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia
Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis
Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua
Membangun Kembali Harapan Ekonomi Kampung: Revitalisasi BUMKam Misyani Sebagai Penggerak Potensi Lokal di Kampung Tobati

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:47 WIT

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:36 WIT

Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:52 WIT

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:41 WIT

Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:28 WIT

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

Berita Terbaru