MRP Papua Barat Daya Turun ke 5 Kabupaten, Fasilitasi Aspirasi Masyarakat Adat dan Perempuan

- Penulis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SORONG- Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP-PBD) akan melakukan kegiatan Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Berdasarkan Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat Adat, Umat Beragama, Kaum Perempuan dan Masyarakat Pada Umumnya di 5 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Barat Daya yang akan berlangsung pada, Kamis 9 April hingga Sabtu 11 April 2026.

Adapun 5 kabupaten yang akan dilakukan kegiatan ini adalah Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw.

Wakil Ketua II MRP-PBD, Vincentius Paulinus Baru, ST., M.URP menjelaskan bahwa kegiatan penyelesaian permasalahan berdasarkan aspirasi dan pengaduan masyarakat berkaitan investasi yang ada di wilayah masyarakat adat di 5 kabupaten yang selama ini masih menjadi masalah.

“Kami tim akan turun dan cek langsung investasi yang selama ini ada di wilayah masyarakat adat dan berdialog serta mendengar langsung pengaduan dari masyarakat adat, unsur agama dan kaum perempuan di 5 kabupaten,” jelasnya dalam keterangan yang diterima wartawan, Kamis (9/4/2026).

Menurut Paulinus, ada 33 anggota MRP-PBD bersama staf sekretariat dan didampingi oleh Tenaga Ahli (TA) untuk turun langsung ke 5 kabupaten.

“Hasil dari kegiatan ini akan kami dorong dalam bentuk rekomendasi dari MRP-PBD yang mengatur tentang investasi, sehingga bisa disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan 5 kabupaten tersebut,” tuturnya.

Paulinus menyatakan bahwa investasi yang ada di setiap kabupeten/kota di Provinsi Papua Barat Daya harus mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat adat setempat.

“Harapannya setelah kegiatan ini, ada rekomendasi dalam bentuk regulasi yang kita dorong sama-sama, sehingga investasi yang dilakukan di setiap kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya harus mampu memberikan dampak langsung ke masyarakat adat yang ada di daerah tersebut,” ucapnya. (*)

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP
Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi
Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik
Dua Asesor LAM Kependidikan Nilai Mutu Pendidikan di STT Arastamar Wamena
BPS Puncak Jaya Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, Warga Diajak Berkontribusi untuk Pembangunan
Merajut Aspirasi, Memperkuat Sinergi, Menuju Kesejahteraan Masyarakat Puncak Jaya
Sekda Papua Pegunungan Buka Rakortekrenbang 2027, Tegaskan Sinkronisasi Pembangunan Daerah dan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WIT

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP

Selasa, 14 April 2026 - 20:32 WIT

Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Selasa, 14 April 2026 - 20:19 WIT

Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi

Selasa, 14 April 2026 - 15:43 WIT

Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik

Selasa, 14 April 2026 - 13:20 WIT

Dua Asesor LAM Kependidikan Nilai Mutu Pendidikan di STT Arastamar Wamena

Berita Terbaru