NDUGA — Potensi dan bakat anak-anak muda asal Kabupaten Nduga di dunia olahraga kembali terbukti. Di tengah keterbatasan dan tanpa dukungan dana maupun fasilitas dari pemerintah daerah, para atlet tinju muda Nduga berhasil mengukir prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Piala Gubernur Papua Pegunungan dengan menyabet 2 medali emas dan 1 medali perunggu.
Namun, keberhasilan ini justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi jajaran legislatif di Kabupaten Nduga.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Gabungan Nduja, DPRK Kabupaten Nduga, Tarni Wandikbo, pada Selasa (04/08/2026).
Ketua Fraksi Gabungan Nduja, DPRK Kabupaten Nduga, Tarni Wandikbo, menyampaikan rasa prihatin dan kekecewaannya terhadap pihak eksekutif serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nduga.
Menurut Tarni, raihan medali tersebut murni lahir dari keberanian, mental, dan tekad baja para atlet sendiri tanpa bantuan fasilitas maupun anggaran dari pemerintah daerah.
“Saya sangat kecewa dengan kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Nduga hari ini. Event yang diselenggarakan di Provinsi Papua Pegunungan ini hukumnya wajib diikuti oleh delapan kabupaten yang ada di wilayah ini,” ujar Tarni Wandikbo melalui rekaman suaranya.
Tarni memberikan apresiasi tinggi kepada kabupaten-kabupaten tetangga yang hadir penuh dengan dukungan dari Bupati, DPRD, hingga dinas terkait. Sebaliknya, kondisi di Kabupaten Nduga dinilai sangat memprihatinkan.
“Anak-anak ini membawa nama baik daerah, nama suku, dan nama kabupaten. Mereka punya mental, keberanian, dan fisik, serta kerinduan besar untuk menjadi atlet profesional.
Ini adalah awal dari mimpi mereka. Namun, jika tidak ada dukungan serius dari pemerintah, eksekutif, legislatif, maupun dinas terkait, secara tidak langsung kita sedang ‘membunuh’ mimpi mereka dan mengubur potensi anak-anak daerah,” tegasnya.
Tarni menambahkan bahwa jabatan Ketua KONI Kabupaten Nduga melekat pada sosok Bupati. Karena itu, ia menilai pemerintah seharusnya sudah memahami dan mengambil langkah nyata untuk memfasilitasi para generasi muda yang ingin berkembang di bidang olahraga.
“Teman-teman dan adik-adik kita ini sudah berkali-kali menyampaikan dan meminta dorongan serta dukungan. Namun sampai jelang penutupan kejuaraan, bantuan tidak kunjung ada. Sangat disayangkan, mereka berhasil membawa pulang prestasi hanya berbekal modal keberanian sendiri,” jelasnya.
Melalui momen ini, Tarni Wandikbo berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada cabang olahraga (cabor) lainnya di masa depan.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Nduga untuk memberikan perhatian serius, evaluasi mendalam, serta dukungan materiil dan moril secara riil bagi pemuda-pemudi Nduga yang berprestasi. (*)
JAYAPURA, 4 Agustus 2026 – Sengketa lahan yang berujung pada pemalangan SD Inpres Kampung Harapan…
TIMIKA, 4 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga bersama Bank Pembangunan Daerah Papua berhasil mencatatkan…
MULIA, 4 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya secara resmi membuka rangkaian perlombaan dalam…
MULIA, 4 Agustus 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Puncak Jaya memberikan pembekalan kepada…
MULIA, 4 Agustus 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Puncak Jaya memberikan pembekalan kepada…
Wamena - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jayawijaya kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu…