YAHUKIMO – Proses evakuasi jenazah pendulang emas korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berjalan menegangkan.
Ketegangan ini menyusul medan berat yang dihadapi aparat gabungan di lokasi kejadian. Tim evakuasi terpaksa mendaratkan helikopter di tengah sungai.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengungkapkan medan yang demikian susah menghambat proses evakuasi jenazah dari lokasi kejadian. Aparat terpaksa mendaratkan helikopter di tengah dan pinggir sungai.
“Lokasi sangat sulit, di tengah hujan sampai di tengah sungai. Kita lakukan ini untuk percepatan dan landing zona yang bisa kita lakukan di tengah dan pinggir sungai,” terangnya, Senin (14/4/2025).
Faizal bilang, waktu yang digunakan untuk ke tempat kejadian perkara, lama. Medan yang berat menghambat proses evakuasi. “ Kita harus mencari zona untuk landing helikopter. Kalau digotong sampai sekarang belum tentu sampai,”katanya.
Selain medan yang berat, lokasi jenazah tidak pada satu titik. Meski demikian, Satgas Damai Cartenz akan memastikan seluruh jenazah dapat dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Dari keterangan saksi korban selamat kemungkinan masih ada beberapa jenazah, namun akan didalami. Pencarian terus berlanjut sampai dari keterangan saksi-saksi clear. Sejauh ini dari titik-titik yang diketahui saksi-saksi kita akan dalami,” ucapnya.
Faizal menyebut sudah 14 jenazah pendulang emas korban pembunuhan KKB ditemukan. 13 jenazah ditemukan di wilayah Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, sedangkan 1 jenazah lainnya di Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang. (*)
Penulis : Syaiful
Editor : Achmad















