Daerah

Mahasiswa Katolik dari Empat Wilayah Papua Bertemu di Jayawijaya Bahas Isu Strategis

Wamena, 17 November 2025 – Konferensi Studi Regional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komda Papua resmi digelar di Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa Katolik dari empat wilayah Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan, dalam sebuah forum intelektual dan reflektif bertema Mengurai Jejak Kelam dan Titik Rekonsiliasi dalam Honai Dialogis.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Drs. Wasuok Demianus Siep, yang mewakili Gubernur Dr. John Tabo. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada PMKRI atas penyelenggaraan konferensi yang dinilai relevan dengan dinamika sosial dan sejarah Papua saat ini.

“Tema konferensi ini sangat penting. Ia mengajak kita melihat kembali jejak sejarah, memahami pengalaman kelam, dan menelaah tantangan yang masih membayangi masyarakat Papua,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur Tabo menekankan bahwa honai bukan sekadar rumah adat, melainkan simbol filosofi lokal yang mengajarkan nilai-nilai dialog, penerimaan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Ia menyebut bahwa penyelesaian persoalan Papua tidak akan berhasil tanpa pendekatan dialogis dan kemanusiaan.

“Rekonsiliasi bukan hanya tugas pemerintah dan gereja, tetapi juga membutuhkan keberanian moral dari anak-anak muda yang berani berpikir jernih dan menawarkan jalan yang memuliakan manusia Papua,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, lanjut Gubernur, terus bekerja membangun infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Namun, pembangunan fisik harus diimbangi dengan pemulihan sosial melalui dialog budaya dan tindakan kemanusiaan. Ia berharap hasil kajian dari konferensi ini dapat memperkaya kebijakan pembangunan daerah.

Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, sebagai tuan rumah, menyambut hangat seluruh peserta konferensi dan menyampaikan apresiasi atas kekompakan panitia. Ia berharap kegiatan berjalan aman dan lancar hingga penutupan.

Sementara itu, Senior PMKRI Meky Wetipo mengungkapkan tantangan awal PMKRI di Jayawijaya, terutama karena tidak adanya universitas di daerah tersebut. Ia menyebut bahwa alumni dari berbagai kota studi seperti Jakarta, Manado, Jayapura, dan Makassar bersatu untuk membangun ruang diskusi di Jayawijaya.

Dalam pemetaan yang dilakukan oleh PMKRI St. Fransiskus Asisi Jayawijaya, dua isu utama yang diangkat adalah Lapangan Pekerjaan, Terutama untuk struktur pemerintahan daerah. Dialog, Sebagai sarana negosiasi dan kerja sama dengan organisasi lain.

Konferensi ini diharapkan menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan membangun jejaring lintas wilayah demi masa depan Papua yang damai, bermartabat, dan sejahtera.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tangis Pecah di Nabire, 11 Korban Kebakaran Paniai Dimakamkan Bersama

  NABIRE — Tangis dan isak keluarga mengiringi pemakaman 11 korban kebakaran maut di Kabupaten…

43 detik ago

Identitas Korban Kebakaran Paniai Terkuak, Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Paniai– Misteri identitas 11 korban tewas dalam kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Kampung Bapouda,…

2 jam ago

Dana Otsus Tahap II Terancam Tertunda, Wamendagri Ribka Haluk Tegur Pemda

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menagih komitmen dan keseriusan pemerintah daerah…

4 jam ago

Latfor dan DVI Polda Papua Turun Tangan Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda

Paniai - Kepolisian Resort Paniai bergerak cepat untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran yang terjadi di…

5 jam ago

Kopi Puncak Jaya Resmi Diperkenalkan di Bandung, Buka Peluang Pasar Nasional

Bandung, 8 September 2026 — Kopi Puncak Jaya mulai diperkenalkan di Kabupaten Bandung melalui penyerahan…

19 jam ago

Kasus Pencurian Tuntas, Barang Bukti Dikembalikan ke Dukcapil Puncak Jaya

PUNCAK JAYA – Polres Puncak Jaya mengembalikan 11 unit komputer barang bukti kasus pencurian kepada…

19 jam ago