Daerah

Luncurkan Program 1000 Jamban, Pemda Keerom Targetkan Tahun 2024 Bebas Dari BAB Sembarangan

ARSO-Pemda Keerom bekerja sama dengan Yayasan Gapai Harapan Papua dan Unicef Papua telah meluncurkan program 1.000 Jamban dalam rangka Percepatan Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan sebagai upaya mencegah stunting di Kabupaten Keerom.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dalam mencegah stunting.

Kegiatan peluncuran ini dipimpin langsung oleh Bupati Keerom Piter Gusbager dihalaman Kantor Bupati Keerom, Kamis (19/10).

Dalam laporan Direktur Gapai Harapan Papua Evxeksi Erianto mengatakan program 1000 jamban adalah program nasional yang didukung langsung oleh Bupati Keerom. Alasan adanya program ini adalah kesadaran betapa pentingnya kebersihan lingkungan yang sangat penting dilakukan guna pencegahan stanting.

Pihaknya berkomitmen mewujudkan mewujudkan Kabupaten Keerom bebas stop 100 persen buang air besar sembarangan terbaik di Provinsi Papua.

“Kita juga berusaha agar bagaimana Kabupaten Keerom stop Buang Air Besar sembarangan guna menjaga lingkungan Kabupaten Keeeom,”Katanya.

Saat ini ada 23 Kampung di Kabupaten Keerom yang stop buang air besar sembarangan. Pihaknya juga menargetkan ada 68 kampung tahun ini stop buang air besar sembarangan,”Tegasnya.

Yang terpenting dari program ini menurutnya adalah bagaimana mengubah prilaku agar stop buang air besar sembarangan agar terciptanya lingkungan yang bersih di Kabupaten Keerom.

Sementara itu Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP dalam sambutannya mengatakan Program 1.000 Jamban merupakan program nasional yang didukung langsung oleh Pemda Keerom.

Saat ini, 23 kampung di Kabupaten Keerom sudah stop buang air besar sembarangan. Pihaknya menargetkan 68 kampung pada tahun ini harus stop buang air besar sembarangan.

Program ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar stop buang air besar sembarangan sehingga tercipta lingkungan yang bersih di Kabupaten Keerom.

Tanpa dukungan dari para kepala kampung, program ini mustahil berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Bupati Keerom meminta para kepala kampung untuk menyukseskan program 1.000 Jamban. Para kepala kampung memiliki peran penting dalam memastikan masyarakatnya stop buang air besar sembarangan.

OPD terkait harus memprogramkan hak-hak dasar masyarakat dalam bidang kesehatan. Selain itu, kampung-kampung juga harus memiliki inovasi yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat lokal.

Dalam pelaksanaannya, program ini akan bergandengan tangan antara Pemda Keerom, Gapai Papua, dan Unicef Papua. Dengan kerjasama ini, stop buang air besar sembarangan akan terwujud sehingga lingkungan Kabupaten Keerom menjadi lebih sehat.

“Target akhir dari program ini adalah 100% masyarakat Keerom akan buang air besar di jamban. Saat ini baru 23 kampung yang taat buang air besar sembarangan dan tahun ini ditargetkan 60 persen kampung di Keerom sudah membuang air besar dijamban dan sisanya 40 persen dilakukan di Tahun 2024″Tegasnya.

Dalam rangka mencapai target tersebut, perlu adanya dukungan dari tokoh masyarakat, agama, dan lembaga lainnya guna mengkampanyekan stop BAB sembarangan. Kepala kampung juga harus mengambil peran yang lebih aktif dalam mendorong masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam program 1.000 Jamban.

Dengan adanya program ini, diharapkan Kabupaten Keerom bisa menjadi contoh dalam upaya mencegah stunting dan menjaga kebersihan lingkungan,”Katanya.(gin)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum

Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…

9 jam ago

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…

9 jam ago

Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…

10 jam ago

Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak Digelar di Distrik Dokome

Dokome, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…

11 jam ago

Dana Otsus 2026 Dukung Penguatan Data Gender dan Anak di Wuyuneri

Wuyuneri, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…

12 jam ago

Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Nasional di Munaslub APPSI 2026

Lombok Barat, 16 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi…

13 jam ago