Luncurkan Program 1000 Jamban, Pemda Keerom Targetkan Tahun 2024 Bebas Dari BAB Sembarangan

- Penulis

Kamis, 19 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARSO-Pemda Keerom bekerja sama dengan Yayasan Gapai Harapan Papua dan Unicef Papua telah meluncurkan program 1.000 Jamban dalam rangka Percepatan Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan sebagai upaya mencegah stunting di Kabupaten Keerom.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dalam mencegah stunting.

Kegiatan peluncuran ini dipimpin langsung oleh Bupati Keerom Piter Gusbager dihalaman Kantor Bupati Keerom, Kamis (19/10).

Dalam laporan Direktur Gapai Harapan Papua Evxeksi Erianto mengatakan program 1000 jamban adalah program nasional yang didukung langsung oleh Bupati Keerom. Alasan adanya program ini adalah kesadaran betapa pentingnya kebersihan lingkungan yang sangat penting dilakukan guna pencegahan stanting.

Pihaknya berkomitmen mewujudkan mewujudkan Kabupaten Keerom bebas stop 100 persen buang air besar sembarangan terbaik di Provinsi Papua.

“Kita juga berusaha agar bagaimana Kabupaten Keerom stop Buang Air Besar sembarangan guna menjaga lingkungan Kabupaten Keeeom,”Katanya.

Saat ini ada 23 Kampung di Kabupaten Keerom yang stop buang air besar sembarangan. Pihaknya juga menargetkan ada 68 kampung tahun ini stop buang air besar sembarangan,”Tegasnya.

Yang terpenting dari program ini menurutnya adalah bagaimana mengubah prilaku agar stop buang air besar sembarangan agar terciptanya lingkungan yang bersih di Kabupaten Keerom.

Sementara itu Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP dalam sambutannya mengatakan Program 1.000 Jamban merupakan program nasional yang didukung langsung oleh Pemda Keerom.

Saat ini, 23 kampung di Kabupaten Keerom sudah stop buang air besar sembarangan. Pihaknya menargetkan 68 kampung pada tahun ini harus stop buang air besar sembarangan.

Program ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar stop buang air besar sembarangan sehingga tercipta lingkungan yang bersih di Kabupaten Keerom.

Tanpa dukungan dari para kepala kampung, program ini mustahil berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Bupati Keerom meminta para kepala kampung untuk menyukseskan program 1.000 Jamban. Para kepala kampung memiliki peran penting dalam memastikan masyarakatnya stop buang air besar sembarangan.

OPD terkait harus memprogramkan hak-hak dasar masyarakat dalam bidang kesehatan. Selain itu, kampung-kampung juga harus memiliki inovasi yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat lokal.

Dalam pelaksanaannya, program ini akan bergandengan tangan antara Pemda Keerom, Gapai Papua, dan Unicef Papua. Dengan kerjasama ini, stop buang air besar sembarangan akan terwujud sehingga lingkungan Kabupaten Keerom menjadi lebih sehat.

“Target akhir dari program ini adalah 100% masyarakat Keerom akan buang air besar di jamban. Saat ini baru 23 kampung yang taat buang air besar sembarangan dan tahun ini ditargetkan 60 persen kampung di Keerom sudah membuang air besar dijamban dan sisanya 40 persen dilakukan di Tahun 2024″Tegasnya.

Dalam rangka mencapai target tersebut, perlu adanya dukungan dari tokoh masyarakat, agama, dan lembaga lainnya guna mengkampanyekan stop BAB sembarangan. Kepala kampung juga harus mengambil peran yang lebih aktif dalam mendorong masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam program 1.000 Jamban.

“Dengan adanya program ini, diharapkan Kabupaten Keerom bisa menjadi contoh dalam upaya mencegah stunting dan menjaga kebersihan lingkungan,”Katanya.(gin)

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum
74 Tahun Masuknya Gereja Katolik di Sugapa, Polres Intan Jaya Hadir Mendukung Perayaan dengan Semangat Kebersamaan
Sekda Elai Giban Tekankan Disiplin ASN dan Penertiban Aset dalam Apel Pagi Pemprov Papua Pegunungan
Bupati Lanny Jaya Tegaskan Bahasa Ibu sebagai Identitas Papua di Kongres Bahasa Daerah Se-Indonesia
Fredi Ginia Tabuni Turun ke Lapangan: Pemerintah Lanny Jaya Dorong Pembangunan Jalan, Air Bersih, dan Sanitasi untuk Perkuat Ekonomi dan Kesehatan Warga
Resmi Bergabung, 11 Anggota DPR Papua Pegunungan Jalur Otsus Ucapkan Sumpah dan Janji untuk Sisa Masa Jabatan 2024–2029
Sinergi Empat Provinsi Dorong Ekonomi Syariah, Papua Catat Kemajuan Positif
Dari Jalan Raya ke Lapangan Upacara, Kapolda Papua Tengah Tunjukkan Kepedulian Polri terhadap Pendidikan dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:28 WIT

Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:12 WIT

74 Tahun Masuknya Gereja Katolik di Sugapa, Polres Intan Jaya Hadir Mendukung Perayaan dengan Semangat Kebersamaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:52 WIT

Sekda Elai Giban Tekankan Disiplin ASN dan Penertiban Aset dalam Apel Pagi Pemprov Papua Pegunungan

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:17 WIT

Bupati Lanny Jaya Tegaskan Bahasa Ibu sebagai Identitas Papua di Kongres Bahasa Daerah Se-Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Fredi Ginia Tabuni Turun ke Lapangan: Pemerintah Lanny Jaya Dorong Pembangunan Jalan, Air Bersih, dan Sanitasi untuk Perkuat Ekonomi dan Kesehatan Warga

Berita Terbaru