Jayapura, 29 Mei 2026 – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk membangun Tanah Papua dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada manusia, budaya, dan kearifan lokal. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Papua dalam sambutannya yang dibacakan Pj Sekda Papua Christian Sohilait ST. M.Si pada pembukaan Konferensi III Analisis Papua Strategis (APS) Tahun 2026 yang digelar di Jayapura, Jumat (29/5).
Konferensi yang mengangkat tema “Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains” ini dihadiri oleh para menteri dan wakil menteri Republik Indonesia, narasumber nasional maupun internasional, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pemuda, perempuan Papua, serta ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua yang dibacakan Pj Sekda Papua Christian Sohilait ST. M.Si menyampaikan apresiasi kepada APS yang konsisten menghadirkan ruang dialog, gagasan, dan kolaborasi bagi pembangunan Papua yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. “Konferensi ini menjadi bukti bahwa putra-putri Papua memiliki kapasitas intelektual, kepedulian sosial, dan komitmen besar untuk ikut menentukan arah masa depan Tanah Papua,” ujarnya.
Tema etnosains dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Papua saat ini. Menurut Gubernur, pembangunan tidak boleh memutus akar budaya dan identitas masyarakat adat, melainkan harus bertumbuh dari nilai-nilai lokal, pengetahuan tradisional, serta kearifan hidup masyarakat Papua sendiri.
“Pendekatan etnosains mengajarkan kepada kita bahwa pembangunan harus berakar pada budaya, bukan meninggalkannya. Justru dari budaya dan pengetahuan lokal itulah lahir inovasi yang sesuai dengan karakter masyarakat Papua,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan arah pembangunan Papua selaras dengan visi besar daerah, yaitu “Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni (Papua Cerah).”
Gubernur menilai APS memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan gagasan pembangunan berbasis data, kajian akademik, dan pengalaman sosial masyarakat Papua. Kehadiran forum diskusi lintas sektor – mulai dari adat, pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi, perikanan hingga ketenagakerjaan – menunjukkan bahwa pembangunan Papua harus dilihat secara holistik.
Konferensi ini juga menghadirkan tokoh nasional dan internasional, termasuk delegasi dari berbagai negara sahabat. Hal ini menunjukkan bahwa Papua memiliki posisi strategis dan mendapat perhatian luas dalam konteks pembangunan kawasan Pasifik dan Indonesia masa depan.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap konferensi ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi konkret, inovasi kebijakan, dan langkah kolaboratif yang mendukung percepatan pembangunan Papua secara berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Papua terbuka untuk bersinergi dengan seluruh elemen, termasuk APS, perguruan tinggi, komunitas adat, organisasi kepemudaan, dan sektor swasta demi mewujudkan Papua yang maju dan bermartabat,” pungkasnya.
Jayapura – Sebanyak 160 peserta mengikuti penyuluhan dan pelatihan ecoprint dalam kegiatan Youth Camp dan…
Wamena, 26 Mei 2026 – Sebanyak 24 putra-putri asli daerah asal Kabupaten Mamberamo Tengah mengikuti…
Wamena, 26 Mei 2026 – Sebuah langkah bersejarah lahir dari Kabupaten Mamberamo Tengah. Untuk pertama…
Kenyam, 29 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten…
JAYAPURA,– Respon cepat jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jayapura Kota kembali membuahkan hasil dalam penanganan…
Nabire, Papua Tengah – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif,…