TIOM – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lanny Jaya, Dopen Wakerkwa, SH, secara resmi mempertegas arah politik partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam menghadapi transisi pemerintahan nasional. PDIP dipastikan mengambil posisi strategis di luar kabinet pemerintahan Prabowo Subianto sebagai partai penyeimbang (check and balances).
Dalam keterangannya, Dopen Wakerkwa menjelaskan bahwa langkah ini merupakan mandat ideologis untuk memastikan demokrasi tetap berjalan sehat melalui fungsi pengawasan yang ketat.
Bukan Oposisi Asal Beda, Tapi Mitra Kritis
Dopen menekankan bahwa PDIP tidak memposisikan diri sebagai oposisi yang konfrontatif atau anti-pemerintah secara buta. Sebaliknya, partai berlambang banteng moncong putih ini memilih menjadi “Mitra Kritis”.
“Posisi kami jelas. PDIP tidak berada dalam struktur kabinet, namun kami memegang prinsip politik gotong royong. Jika kebijakan pemerintah pro-rakyat, kami dukung. Namun, jika kebijakan tersebut bertentangan dengan konstitusi dan rasa keadilan sosial, kami akan menjadi yang terdepan untuk mengkritisi,” ujar Dopen Wakerkwa.
Tiga Pilar Sikap Politik PDIP
Berdasarkan hasil Rakernas V, Dopen merinci detail posisi partai yang menjadi pedoman bagi seluruh kader, termasuk di daerah:
Menjaga Keseimbangan: Posisi di luar pemerintahan diambil demi menjaga sistem demokrasi agar tetap berada pada jalurnya melalui fungsi kontrol di parlemen.
Kritik Berbasis Keadilan: PDIP akan bersuara lantang terhadap program yang dianggap tidak berkeadilan sosial bagi masyarakat kecil.
Fokus Pengawasan: Fokus utama partai saat ini adalah mengawal kebijakan negara melalui wakil-wakil rakyat di DPR RI.
Membela Eksistensi Fraksi di DPR RI
Menanggapi dinamika politik yang berkembang di pusat, Dopen Wakerkwa juga menyoroti aksi kritis yang dilakukan oleh tokoh-tokoh senior partai di Senayan, seperti Komarudin Watubun di Komisi II DPR RI.
Menurutnya, kritik tajam yang dilayangkan oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP tersebut adalah wujud nyata dari eksistensi Fraksi PDIP dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Sikap tegas dan kritik yang disampaikan Bapak Komarudin Watubun di DPR RI adalah representasi resmi partai. Itu adalah wujud fungsi kontrol kami dan tidak serta-merta bisa diidentikkan atau dikaitkan secara personal dengan figur lain seperti Bahlil. Ini murni mekanisme demokrasi,” tegas Dopen.
Dengan penegasan ini, PDIP Lanny Jaya menyatakan kesiapannya untuk tegak lurus dengan instruksi partai dalam mengawal kepentingan rakyat dari luar struktur eksekutif, demi memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput.
Waren — Pemerintah Kabupaten Waropen memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 dengan menggelar jalan santai…
Jayapura – Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2026 menjadi momen kelam bagi…
Yahukimo — Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Yahukimo bergerak cepat…
SORONG, - Sebanyak kurang lebih 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pemuda dan…
Keneyam, 30 April 2026 – Semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Nduga berlangsung…
Wamena, 30 April 2026 – Komitmen kuat antara eksekutif dan legislatif dalam memperbaiki tata kelola…