Daerah

Hardiknas 2026, Dua Anak Putus Sekolah di Kota Jayapura Terpaksa Jaga Parkiran, Minta Perhatian Serius Pemerintah

Jayapura – Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2  Mei 2026 menjadi momen kelam bagi Dua anak di Distrik Abepura, Kota Jayapura yakni Ruslan Saweri (12) dan Klemens Degei, harus menghadapi realitas hidup yang memprihatinkan setelah putus sekolah dan kehilangan akses pendidikan dasar.

Ruslan Saweri, kelahiran Tanah Hitam, 28 April 2013, berhenti sekolah sejak tahun 2024 saat masih duduk di kelas IV sekolah dasar. Sejak itu, ia tidak lagi melanjutkan pendidikan dan telah sekitar dua tahun berada di luar sistem pendidikan. Ia tinggal bersama ibunya di belakang BTN Skyline, Kompleks Pasar Baru Otonom, Kelurahan Wahimohrock, Distrik Abepura. Orang tuanya telah berpisah, sementara ibunya tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sementara itu, Klemens Degei juga mengalami nasib serupa. Ia putus sekolah saat masih duduk di kelas V sekolah dasar di wilayah Koya. Meski memiliki tempat tinggal di Koya, Klemens lebih banyak menghabiskan waktunya di wilayah Abepura dan kawasan pinggiran Kota Jayapura. Ia bahkan kerap tidur di sekitar area pertokoan, termasuk di depan minimarket.

Keduanya diketahui berteman dan menjalani aktivitas yang sama, yakni menjaga parkiran secara lepas di salah satu minimarket (Indomaret) di Jalan Baru Yotefa. Aktivitas ini dilakukan tanpa ikatan kerja resmi, tanpa pengawasan, dan tanpa jaminan perlindungan, meskipun usia mereka masih tergolong anak-anak.

Dalam kesehariannya, mereka bergaul dengan sejumlah anak lain yang juga putus sekolah dan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Lingkungan ini memperlihatkan adanya pola sosial yang rentan, di mana anak-anak kehilangan akses pendidikan dan terlibat dalam aktivitas informal sejak usia dini.

“Kami banyak anak-anak yang biasanya sama-sama main, kadang sampai pagi,” ungkap Klemens, menggambarkan kondisi keseharian mereka di jalanan tanpa pendampingan yang memadai.

Kasus ini dilaporkan oleh Elias Awekidabi Gobay, yang menilai kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang membutuhkan intervensi segera dari pemerintah dan pihak terkait.

Menurutnya, anak-anak seperti Ruslan dan Klemens tidak boleh dibiarkan kehilangan masa depan akibat keterbatasan ekonomi dan kurangnya perhatian. Ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas pendidikan dan perlindungan.

Ia mendorong Pemerintah Kota Jayapura, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, untuk segera mengambil langkah konkret, antara lain melakukan pendataan anak putus sekolah, membuka akses pendidikan kembali baik melalui jalur formal maupun non-formal, memberikan bantuan sosial kepada keluarga, serta melakukan pendampingan berkelanjutan.

Kasus Ruslan Saweri dan Klemens Degei menjadi gambaran nyata persoalan anak putus sekolah di Papua. Tanpa penanganan serius dan terarah, kondisi ini berpotensi memperpanjang rantai kemiskinan serta mengancam masa depan generasi muda di daerah tersebut.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Semarak HUT Waropen ke-23, Momentum Kebersamaan dan Hardiknas 2026

Waren — Pemerintah Kabupaten Waropen memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 dengan menggelar jalan santai…

5 jam ago

Warga Selamat dari Tembakan OTK, Aparat Lakukan Olah TKP dan Patroli Intensif

Yahukimo — Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Yahukimo bergerak cepat…

19 jam ago

Billy Mambrasar Dorong UMKM Lokal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Daya

SORONG, - Sebanyak kurang lebih 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pemuda dan…

19 jam ago

Semarak Hardiknas di Nduga: Jalan Sehat Jadi Simbol Kebersamaan Pemerintah dan Masyarakat

Keneyam, 30 April 2026 – Semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Nduga berlangsung…

20 jam ago

LKPJ 2025 Disahkan, Propemperda 2026 Jadi Fondasi Hukum Pembangunan

Wamena, 30 April 2026 – Komitmen kuat antara eksekutif dan legislatif dalam memperbaiki tata kelola…

20 jam ago

Jaga Marwah Demokrasi: Dopen Wakerkwa Tegaskan Posisi PDIP Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

TIOM – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lanny Jaya, Dopen Wakerkwa, SH, secara resmi mempertegas…

1 hari ago