Daerah

Gereja Bersatu: Hentikan Militerisasi, Utamakan Dialog di Papua

JAKARTA-Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) yang terdiri dari PGI, KWI, PGPI, PGLII, PBI, BK, GMAHK, dan GOI mengeluarkan Pernyataan Sikap Bersama bertajuk “Mengakhiri Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua, Mengedepankan Martabat Manusia, Dialog, dan Keadilan, Bukan Militerisasi” pada 16 Juli 2026 di Jakarta.

Lebih dari lima dekade setelah Papua berintegrasi dengan NKRI, luka kemanusiaan masih terus berulang. Konflik bersenjata menelan korban jiwa dari berbagai kalangan, termasuk perempuan, anak-anak, tokoh agama, tenaga kesehatan, guru, petani, dan masyarakat adat. Gereja menegaskan bahwa keamanan sejati tidak lahir dari senjata, melainkan dari keadilan, penghormatan martabat manusia, dan dialog tulus.

📌 Poin-Poin Pernyataan Sikap:

  1. Keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus merenggut nyawa tanpa henti. Gereja menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan demi keselamatan warga sipil.
  2. Evaluasi pendekatan keamanan: Gereja menilai dominasi militeristik tidak menghadirkan perdamaian, justru memperpanjang trauma dan pengungsian.
  3. Prioritas penanganan pengungsi internal (IDPs): Ribuan warga Papua masih hidup dalam keterbatasan pangan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.
  4. Dialog kemanusiaan sebagai jalan bermartabat: Gereja menegaskan bahwa dialog bukan kelemahan negara, melainkan wujud kedewasaan demokrasi.
  5. Presiden RI diminta menempatkan penyelamatan kehidupan manusia sebagai prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan di Papua.
  6. Penguatan pelayanan kemanusiaan gereja: Melalui kesehatan, trauma healing, rekonsiliasi, pendidikan perdamaian, dan pemberdayaan masyarakat.
  7. Menolak stigma terhadap pelayanan gereja: Gereja menegaskan pelayanan kemanusiaan tidak boleh dicurigai sebagai keberpihakan politik atau separatisme.

✝️ Penutup

FUKRI mengajak seluruh gereja di Indonesia untuk terus berdoa bagi Papua dan bangsa Indonesia, agar Tuhan membuka jalan perdamaian serta mengaruniakan hikmat bagi para pemimpin bangsa. Gereja berpihak pada kehidupan, bukan kekerasan, sebagaimana firman Tuhan dalam Mikha 6:8: “Berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”

Jakarta, 16 Juli 2026 Ditandatangani oleh para pimpinan gereja: PGI – Pdt. Jacklevyn Frits Manupetty PGPI – Pdt. Eliver Radjagoekgoek PBI – Pdt. Rendy Alexander Chuang GMAHK – Pdt. Frend Frans KWI – RM. Aloysius Budi Purnomo PGLII – Pdt. Ronny Mandang GBK – Kolonel Hosea Makagiantang GOI – Metrophanes Dedy Sutanto

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum

Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…

2 jam ago

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…

3 jam ago

Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…

3 jam ago

Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak Digelar di Distrik Dokome

Dokome, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…

5 jam ago

Dana Otsus 2026 Dukung Penguatan Data Gender dan Anak di Wuyuneri

Wuyuneri, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…

6 jam ago

Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Nasional di Munaslub APPSI 2026

Lombok Barat, 16 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi…

6 jam ago