JAKARTA-Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) yang terdiri dari PGI, KWI, PGPI, PGLII, PBI, BK, GMAHK, dan GOI mengeluarkan Pernyataan Sikap Bersama bertajuk “Mengakhiri Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua, Mengedepankan Martabat Manusia, Dialog, dan Keadilan, Bukan Militerisasi” pada 16 Juli 2026 di Jakarta.
Lebih dari lima dekade setelah Papua berintegrasi dengan NKRI, luka kemanusiaan masih terus berulang. Konflik bersenjata menelan korban jiwa dari berbagai kalangan, termasuk perempuan, anak-anak, tokoh agama, tenaga kesehatan, guru, petani, dan masyarakat adat. Gereja menegaskan bahwa keamanan sejati tidak lahir dari senjata, melainkan dari keadilan, penghormatan martabat manusia, dan dialog tulus.
FUKRI mengajak seluruh gereja di Indonesia untuk terus berdoa bagi Papua dan bangsa Indonesia, agar Tuhan membuka jalan perdamaian serta mengaruniakan hikmat bagi para pemimpin bangsa. Gereja berpihak pada kehidupan, bukan kekerasan, sebagaimana firman Tuhan dalam Mikha 6:8: “Berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”
Jakarta, 16 Juli 2026 Ditandatangani oleh para pimpinan gereja: PGI – Pdt. Jacklevyn Frits Manupetty PGPI – Pdt. Eliver Radjagoekgoek PBI – Pdt. Rendy Alexander Chuang GMAHK – Pdt. Frend Frans KWI – RM. Aloysius Budi Purnomo PGLII – Pdt. Ronny Mandang GBK – Kolonel Hosea Makagiantang GOI – Metrophanes Dedy Sutanto
WAMENA, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Nduga terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nduga yang…
Mulia, 3 September 2026 — Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2026 kembali…
WAMENA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke-78, jajaran Polwan…
Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…
Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…
JAYAPURA-Wali Kota Jayapura dua periode (2011–2016 dan 2017–2022), Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengapresiasi kehadiran…