Daerah

Distrik Penuh Tentara, Masyarakat Lanny Jaya Menanti Jawaban Panglima TNI

Lanny Jaya, Papua Pegunungan — Hampir satu bulan berlalu sejak peningkatan intensitas pendropan pasukan TNI ke sejumlah distrik di Kabupaten Lanny Jaya, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak militer maupun pemerintah pusat. Kondisi ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan besar di tengah masyarakat, terutama di wilayah Distrik Melagai, Goa Balim, Kuyawage, dan Wano Barat, yang menjadi titik konsentrasi kehadiran pasukan bersenjata lengkap.

Tokoh muda Papua Pegunungan, Nioluen Kotouki, S.IP, angkat bicara dan mendesak Panglima TNI Republik Indonesia untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan pendropan pasukan yang dinilai berlebihan dan tidak transparan.

“Masyarakat berhak tahu. Kehadiran pasukan dengan perlengkapan perang lengkap tanpa penjelasan resmi hanya menimbulkan ketakutan dan spekulasi,” tegas Nioluen.

Puluhan kendaraan taktis dan mobil pengangkut personel TNI terlihat memasuki wilayah tersebut. Meski beredar isu bahwa ini adalah bagian dari rotasi pasukan, tidak terlihat adanya penarikan pasukan lama, sehingga masyarakat mempertanyakan motif sebenarnya.

Situasi ini diperparah oleh minimnya komunikasi dari pemerintah daerah. Warga belum mendapatkan informasi jelas mengenai dampak kehadiran pasukan terhadap aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat. SD, SMP, dan SMA di beberapa distrik dilaporkan mengalami gangguan aktivitas, sementara sebagian warga memilih membatasi kegiatan di luar rumah.

Nioluen juga menyoroti peran Gubernur Papua Pegunungan dan DPRP Provinsi Papua Pegunungan, yang menurutnya harus lebih aktif dan responsif terhadap kondisi masyarakat pasca-pendropan pasukan.

“Pemerintah daerah adalah perpanjangan tangan pusat. Mereka harus turun langsung ke lapangan, membentuk tim investigasi, dan menyampaikan laporan akurat agar tidak terjadi multitafsir di masyarakat,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pusat untuk meredam kekhawatiran warga. Tidak ada kunjungan lapangan, tidak ada pernyataan resmi, dan belum ada tim khusus yang dibentuk untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan aparat.

Masyarakat berharap Panglima TNI segera memberikan klarifikasi terbuka agar tidak terjadi kebingungan dan ketegangan di tingkat akar rumput. Karena pada akhirnya, keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan rakyat adalah tanggung jawab bersama, dan transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

NDUGA – Pemerintah Kabupaten Nduga menerima penghargaan dalam ajang Mandaya Awards pada kategori Pemerintahan Kabupaten Terbaik…

14 jam ago

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

MULIA, 27 Oktober 2026 – Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., secara…

17 jam ago

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

WAMENA – Puluhan warga yang tergabung dalam masyarakat lima wilayah adat di Kabupaten Jayawijaya, yakni…

17 jam ago

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

WAMENA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jayawijaya melaksanakan patroli pencegahan dan penyelidikan tindak…

18 jam ago

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

WAMENA – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Jayawijaya mengimbau siswa-siswi SMKS YAPESLI Wamena untuk…

20 jam ago

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

NABIRE – Polda Papua Tengah menggelar Operasi Patuh Noken 2026 selama 14 hari, mulai 26…

24 jam ago