Distrik Penuh Tentara, Masyarakat Lanny Jaya Menanti Jawaban Panglima TNI

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lanny Jaya, Papua Pegunungan — Hampir satu bulan berlalu sejak peningkatan intensitas pendropan pasukan TNI ke sejumlah distrik di Kabupaten Lanny Jaya, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak militer maupun pemerintah pusat. Kondisi ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan besar di tengah masyarakat, terutama di wilayah Distrik Melagai, Goa Balim, Kuyawage, dan Wano Barat, yang menjadi titik konsentrasi kehadiran pasukan bersenjata lengkap.

Tokoh muda Papua Pegunungan, Nioluen Kotouki, S.IP, angkat bicara dan mendesak Panglima TNI Republik Indonesia untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan pendropan pasukan yang dinilai berlebihan dan tidak transparan.

“Masyarakat berhak tahu. Kehadiran pasukan dengan perlengkapan perang lengkap tanpa penjelasan resmi hanya menimbulkan ketakutan dan spekulasi,” tegas Nioluen.

Puluhan kendaraan taktis dan mobil pengangkut personel TNI terlihat memasuki wilayah tersebut. Meski beredar isu bahwa ini adalah bagian dari rotasi pasukan, tidak terlihat adanya penarikan pasukan lama, sehingga masyarakat mempertanyakan motif sebenarnya.

Situasi ini diperparah oleh minimnya komunikasi dari pemerintah daerah. Warga belum mendapatkan informasi jelas mengenai dampak kehadiran pasukan terhadap aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat. SD, SMP, dan SMA di beberapa distrik dilaporkan mengalami gangguan aktivitas, sementara sebagian warga memilih membatasi kegiatan di luar rumah.

Nioluen juga menyoroti peran Gubernur Papua Pegunungan dan DPRP Provinsi Papua Pegunungan, yang menurutnya harus lebih aktif dan responsif terhadap kondisi masyarakat pasca-pendropan pasukan.

“Pemerintah daerah adalah perpanjangan tangan pusat. Mereka harus turun langsung ke lapangan, membentuk tim investigasi, dan menyampaikan laporan akurat agar tidak terjadi multitafsir di masyarakat,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pusat untuk meredam kekhawatiran warga. Tidak ada kunjungan lapangan, tidak ada pernyataan resmi, dan belum ada tim khusus yang dibentuk untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan aparat.

Masyarakat berharap Panglima TNI segera memberikan klarifikasi terbuka agar tidak terjadi kebingungan dan ketegangan di tingkat akar rumput. Karena pada akhirnya, keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan rakyat adalah tanggung jawab bersama, dan transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Penulis : Gin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan Perubahan APBD Bukan Sekadar Angka, Melainkan Instrumen Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
PGRI Kota Jayapura Serahkan Bantuan Seragam, Sembako, dan Uang Tunai kepada Enam Guru Korban Kebakaran di Mandala Dok V Bawah
Bapperida Puncak Jaya Raih Juara II Tingkat Provinsi Papua Tengah dalam Evaluasi DTSEN, Stunting, dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem
Meriahkan HUT ke‑4, TP PKK Mamberamo Tengah Gelar Jalan Sehat Bersama ASN, TNI‑POLRI, Pelajar, dan Masyarakat
Komnas HAM Fasilitasi Kepulangan 18 Warga Imsun, Akhiri Bertahun-Tahun Hidup dalam Pengungsian Akibat Konflik Bersenjata di Aifat Selatan
Wakil Bupati Mus Kogoya Buka Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko, Tekankan Pentingnya Kepatuhan Pelaku Usaha
Dari Pakta Integritas hingga Pesan Kebersamaan, Pelantikan Pengurus PGRI Cabang Kota Jayapura Jadi Momentum Memperkuat Peran Guru di Lima Distrik
Polres Deiyai Bersama Brimob BKO Wujudkan Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Bersih-Bersih Pasar, Lapangan, dan Rumah Ibadah di Waghete

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:43 WIT

Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan Perubahan APBD Bukan Sekadar Angka, Melainkan Instrumen Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:46 WIT

PGRI Kota Jayapura Serahkan Bantuan Seragam, Sembako, dan Uang Tunai kepada Enam Guru Korban Kebakaran di Mandala Dok V Bawah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:35 WIT

Bapperida Puncak Jaya Raih Juara II Tingkat Provinsi Papua Tengah dalam Evaluasi DTSEN, Stunting, dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:03 WIT

Meriahkan HUT ke‑4, TP PKK Mamberamo Tengah Gelar Jalan Sehat Bersama ASN, TNI‑POLRI, Pelajar, dan Masyarakat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:35 WIT

Komnas HAM Fasilitasi Kepulangan 18 Warga Imsun, Akhiri Bertahun-Tahun Hidup dalam Pengungsian Akibat Konflik Bersenjata di Aifat Selatan

Berita Terbaru