BPBD Keerom Gelar Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana Bagi Tokoh Masyarakat dan Pokmas

- Penulis

Jumat, 1 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) bagi tokoh masyarakat dan Pokmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom yang dilaksanakan oleh BPBD Kabupaten Keerom, Jumat (1/9)

Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) bagi tokoh masyarakat dan Pokmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom yang dilaksanakan oleh BPBD Kabupaten Keerom, Jumat (1/9)

ARSO-Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) bagi para tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat (Pokmas) di wilayah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai bencana, sehingga tercipta kerjasama dan koordinasi antara semua pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana daerah.

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP melalui sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Keerom Trisiswanda Indra S.STP menjelaskan beberapa hal penting yang disampaikan dalam acara sosialisasi tersebut Pelaksanaan kegiatan sosialisasi diharapkan dapat menumbuhkan kebersamaan dan kerjasama semua pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai keadaan baik pra bencana (kesiagaan) dan tanggap darurat maupun pasca bencana. Oleh karena itu, masing-masing pemangku kepentingan kebencanaan di Kabupaten Keerom hendaknya bergandengan tangan dan meningkatkan kemampuannya untuk dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bakal terjadi apabila terjadi suatu bencana.

Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan pada masing-masing tingkatan sesuai dengan skala bencana. Dalam hal ini, peran pemerintah daerah dalam penanganan bencana meliputi 3 aspek yaitu pada saat sebelum terjadi bencana melakukan pencegahan mitigasi dan kesiap siagaan.

“Penanggulangan bencana di daerah diarahkan pada pemulihan hak masyarakat dan pengungsi perlindungan masyarakat dari dampak bencana, pengurangan risiko bencana yang didukung dengan pengalokasian dana melalui APBD dimana sesuai peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana. Peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2008 tentang pendanaan dan pengelolaan bantuan penanggulangan bencana,”Katanya.

Kabupaten Keerom memiliki letak geografis yang sangat strategis namun rawan terhadap ancaman bencana. Oleh sebab itu, perlu dibangun bidang kebencanaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan penanganan bencana secara tepat dan memadai.

Untuk mewujudkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Keerom, perlu didorong kemandirian masyarakat di tingkat kampung dan distrik melalui perekrutan kelompok-kelompok masyarakat peduli bencana di masing-masing kampung. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah Keerom yaitu membangun dari kampung menuju kota, artinya bahwa tumpuan pembangunan pertumbuhan sentra-sentra produksi dan ekonomi harus dimulai dari kampung-kampung yang berbasis sumberdaya alam dan kearifan lokal.

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut.MUP yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Keerom Trisiswanda Indra juga menekankan pentingnya seluruh peserta sosialisasi untuk dapat mengikuti dan menyimak dengan seksama semua materi yang disampaikan. Diharapkan proses penanggulangan bencana di Kabupaten Keerom dapat dilakukan secara terpadu, terkordinasi, dan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada panitia dan narasumber dalam acara sosialisasi tersebut.(gin)

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun
Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026
Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:55 WIT

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:31 WIT

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Berita Terbaru