JAYAPURA – Tak kunjung diberikan bantuan biaya pendidikan Mahasiswa Kedokteran Asli Kabupaten Lanny Jaya lakukan mogok kuliah. Ketua Komunitas Mahasiswa Kedokteran Lani Jaya (KMK-LJ) Teminus Kogoya mengatakan, dokter muda dari Lanny Jaya menuntut biaya pendidikan beasiswa yang tak kunjung diberikan oleh Pemda Lanny Jaya.
Dikatakan, mengingat fakultas kedokteran yang berdiri bersama dengan adanya otonomi khusus sejak 2002 untuk mendidik sumber daya manusia Papua untuk mengabdi dan melayani,maka harusnya diperhatikan.
Selain Lanny Jaya memiliki jumlah mahasiswa yang melebihi kabupaten lain untuk kuliah kedokteran namun kurang diperhatikan.
“Kami merasakan kurang ada perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lanny Jaya,”katanya.
Ia mengatakan terkait persoalan ini pihaknya telah berupaya untuk menanyakan tidak adanya dukungan dana seperti biasanya di bulan Maret.
“Pada bulan Maret kami berupaya tapi tidak ada hasil sehingga pada bulan Juni kami ke Kabupaten membawa berkas dan akhir studi, maka september akami bertemu Bupati di Jayapura,” ujarnya.
Ia mengatakan sempat dalam pertemuan itu Bupati Lanny, menghubungi langsung Kepala Dinas Pendidikan dan menanyakan soal biaya mahasiswa kedokteran dan dijanji dalam 3 hari kedepan harus direalisasikan namun hal itu tidak terlaksana sampai hari ini.
” Pj Bupati mengatakan kepada kepala dinas untuk dalam 2-3 hari agar diupayakan setelah itu kami komunikasi balik tidak ada respon sampai hari ini dari kepala dinas,” katanya.
Untuk itu pihaknya menuntut adanya perhatian biaya pendidikan “Karena hari ini kami mengalami hambatan dalam kuliah,” katanya.
“Semua kami punya orang tua petani bahkan ada yang tidak memiliki orang tua tapi kami masih bertahan demi Kabupaten Lani Jaya dan kepercayaan yang di berikan, untuk kuliah,” katanya.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan Lani Jaya agar tidak mematikan sumber daya manusia dengan menghentikan dana pendidikan bagi dokter muda karena anggarannya sudah jelas setiap tahun.
“Dinas Pendidikan stop matikan sumber daya manusia Kabupaten Lanny Jaya,” katanya.
Selain Itu, Kogoya juga mengaku mahasiswa semua menyayangkan sikap kepala dinas pendidikan yang datang ke asrama dan menyampaikan tidak akan membantu lagi dana pendidikan bagi dokter muda.
“Kepala dinas Pendidikan datang ke asrama menyampaikan bahwa mahasiswa kedokteran tidak akan dibantu pernyataan ini membuat kami lemah dalam berjuang untuk pendidikan, dan perkataan kedua uang ada tapi mau bantu atau tidak Itu hak saya, seharusnya hal ini tidak perlu disampaikan kepada kami mahasiswa karena sebagai pemimpin,” katanya.
Untuk itu, ia secara tegas meminta kepada dinas pendidikan untuk membiayai mahasiswa kedokteran dan dokter muda.
“Sampai saat ini tidak ada bantuan, maka kami semua sepakat mogok kuliah saat ini,” katanya.
“9 Dokter muda preklinik ada 19 orang jumlah semua ada 28 orang siswa Asli Lanny jaya,” Pungkasnya. (AW)
NABIRE — Raut haru tak bisa disembunyikan dari wajah Ibu Sari warga Kabupaten Nabire saat…
Nabire –Lonjakan kejahatan jalanan di Papua Tengah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Sepanjang Januari hingga…
Nabire – Dalam momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.…
Jayapura – Kehadiran Polri melalui Operasi Cinta Damai Noken 2026 kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh…
Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal…
Sugapa – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial EK (18) yang…