Daerah

Ancaman Global Mengintai, Steve Mara Serukan Kesadaran Bela Negara di Bursa, Turki

JAYAPURA-Steve Mara hadir dalam Simposium Internasional XVII Perhimpunan Pelajar Dunia (SI PPI Dunia) di Kota Bursa Turki, 11 September 2025.

Dalam kegiatan tersebut Steve Mara penulis buku We All Want To Live in Peace, menjadi narasumber dalam talkshow 5 dengan tema: Masa depan Indonesia, Diplomasi Budaya, Kepemimpinan Global, dan Perdamaian Dunia.

Steve Mara membagikan materinya yang berkaitan langsung dengan ancaman terkini yang hadir ditengah perubahan geopolitik global dan perencanaan antisipasi dini yang harus disiapkan pemerintah dan masyarakat.

Steve Mara mengingatkan Pelajar Indonesia Dunia bahwa peran penting pelajar dalam memperkuat ciri pertahanan semesta Indonesia sangat penting dalam menjaga keamanan nasional Indonesia.

Pemuda harus mengetahui peran dan fungsi kita dalam menjaga kedaulatan Indonesia bahwa kita adalah bagian dari agen pertahanan yang harus menjalani kehidupan dengan tetap mengutamakan persatuan Indonesia, tegas Steve.

Steve juga menjelaskan bahwa ditengah perubahan geopolitik global, ada ancaman yang bisa datang kapan saja seperti konflik Horizontal yaitu konflik yang terjadi antara masyarakat seperti konflik agama dan etnis, atau perbedaan kepentingan politik.

Konflik Vertikal yang terjadi antara masyarakat dan pemerintah, seperti yang baru saja terjadi di Indonesia melalui gelombang aksi protes dari masyarakat kepada pejabat negara.

Serta, konflik bersenjata internasional yang memiliki potensi untuk terjadi seperti yang saat ini sedang terjadi dibeberapa negara.

Setiap konflik yang terjadi tentunya akan menjadi ancaman terhadap Indonesia sehingga optimalisasi peran pelajar Indonesia didalam negeri, maupun di luar negeri sangat penting, terutama dalam penyebaran informasi dan konten sebagai akselerator yang dapat mentrigrer masyarakat secara umum untuk ikut menjaga perdamaian.

Pelajar Indonesia Dunia juga diingatkan untuk mengantisipasi perang kognisi yang sedang terjadi saat ini, di mana perang tersebut dapat mempengaruhi cara berpikir anak muda untuk melemahkan kedudukan Pancasila sebagai Falsafah hidup rakyat Indonesia.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

WAMENA – 23 Mei 2026. Sebagai bagian dari proses mediasi dan rekonsiliasi konflik sosial atau…

2 hari ago

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

WAMENA – 23 Mei 2026. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memfasilitasi mediasi konflik sosial atau perang…

2 hari ago

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

WAMENA – Akhirnya proses perdamaian konflik sosial atau perang suku antara Kurima dan Lanny yang…

2 hari ago

Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati

WAMENA – Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd menegaskan bahwa setelah dilaksanakan proses perdamaian konflik…

2 hari ago

Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua

JAYAPURA-Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menyampaikan pembangunan di Papua tidak…

2 hari ago

Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja

Jayapura, 21 Mei 2026 – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, bekerja…

2 hari ago