Ancaman Global Mengintai, Steve Mara Serukan Kesadaran Bela Negara di Bursa, Turki

- Penulis

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA-Steve Mara hadir dalam Simposium Internasional XVII Perhimpunan Pelajar Dunia (SI PPI Dunia) di Kota Bursa Turki, 11 September 2025.

Dalam kegiatan tersebut Steve Mara penulis buku We All Want To Live in Peace, menjadi narasumber dalam talkshow 5 dengan tema: Masa depan Indonesia, Diplomasi Budaya, Kepemimpinan Global, dan Perdamaian Dunia.

Steve Mara membagikan materinya yang berkaitan langsung dengan ancaman terkini yang hadir ditengah perubahan geopolitik global dan perencanaan antisipasi dini yang harus disiapkan pemerintah dan masyarakat.

Steve Mara mengingatkan Pelajar Indonesia Dunia bahwa peran penting pelajar dalam memperkuat ciri pertahanan semesta Indonesia sangat penting dalam menjaga keamanan nasional Indonesia.

Pemuda harus mengetahui peran dan fungsi kita dalam menjaga kedaulatan Indonesia bahwa kita adalah bagian dari agen pertahanan yang harus menjalani kehidupan dengan tetap mengutamakan persatuan Indonesia, tegas Steve.

Steve juga menjelaskan bahwa ditengah perubahan geopolitik global, ada ancaman yang bisa datang kapan saja seperti konflik Horizontal yaitu konflik yang terjadi antara masyarakat seperti konflik agama dan etnis, atau perbedaan kepentingan politik.

Konflik Vertikal yang terjadi antara masyarakat dan pemerintah, seperti yang baru saja terjadi di Indonesia melalui gelombang aksi protes dari masyarakat kepada pejabat negara.

Serta, konflik bersenjata internasional yang memiliki potensi untuk terjadi seperti yang saat ini sedang terjadi dibeberapa negara.

Setiap konflik yang terjadi tentunya akan menjadi ancaman terhadap Indonesia sehingga optimalisasi peran pelajar Indonesia didalam negeri, maupun di luar negeri sangat penting, terutama dalam penyebaran informasi dan konten sebagai akselerator yang dapat mentrigrer masyarakat secara umum untuk ikut menjaga perdamaian.

Pelajar Indonesia Dunia juga diingatkan untuk mengantisipasi perang kognisi yang sedang terjadi saat ini, di mana perang tersebut dapat mempengaruhi cara berpikir anak muda untuk melemahkan kedudukan Pancasila sebagai Falsafah hidup rakyat Indonesia.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja
Delapan Guru Agama di Nduga Lulus PPG, Bukti Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Disambut Bak Juara Nasional, Tim SMAN 3 Kokonao Diarak Ratusan Warga Setibanya di Kampung

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:04 WIT

Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:42 WIT

Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua

Berita Terbaru