Nasional

Alasan Jenazah Korban Pembantaian KKB Dimakamkan di Dekai Yahukimo

DEKAI –  Sebanyak 15 jenazah pendulang emas korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah berhasil diidentifikasi. Dari 15 jenazah, 14 diantaranya berada di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Pemakaman dilakukan setelah penyerahan jenazah pihak keluarga. Penyerahan dilakukan setelah proses identifikasi oleh tim DVI Polri dinyatakan lengkap dan valid. Adapun identitas jenazah tersebut, yakni Wawan Tangahu, Dusun III, Kabupaten Bolmon Selatan, Sulawesi Utara.

Suardi Laode alias Kaswadi, Dusun III, Kabupaten Bolmon Selatan, Sulawesi Utara.  Stenli Humena, Kampung Kalama Darat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.Yuda Lesmana, Kos Jalan Paradiso, Dekai.

Riki Rahmat, Desa Ranomolua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Muhammad Arif, Kos Pemukiman Jalur II Dekai. Safaruddin, Kos Pemukiman Jalur II Dekai.

Abdur Raffi Batu Bara, Kos Pemukiman Jalur II Dekai. Stefanus Gisbertus, Desa Tala, Kabupaten Seram Barat, Maluku. Zamroni, Dukuh Dulak Desa Gantungan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Rusli, Desa Buti, Kabupaten Merauke, Papua.

Sahar, Desa Pasare Apua, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Saharudin, Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Haidil Isdar, Kelurahan Boddie, Kecamatan Mandelle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Direktur RSUD Dekai, Dokter Glenn M. Nurtanyo, menegaskan proses pemakaman akan dilakukan langsung di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo. Hal ini didasarkan pada kondisi jenazah yang sudah mengalami dekomposisi berat dan tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke daerah asal masing-masing.

“Kondisi jenazah saat ini sudah mengalami proses dekomposisi atau pembusukan, sehingga tidak memungkinkan untuk diberangkatkan atau diterbangkan ke luar dari Dekai. Karena dalam kondisi seperti ini, jenazah bisa menjadi infeksius dan berpotensi menyebarkan infeksi,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemakaman di Dekai dilakukan karena alasan biaya. Menurutnya, keputusan ini murni karena alasan medis demi mencegah risiko penyebaran penyakit.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Bupati Lanny Jaya Pimpin Upacara Harganas, Ajak Ayah Jadi Teladan Keluarga

Lanny Jaya, 29 Juni 2026 – Upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten…

24 menit ago

Kapolda Jermias Rontini: Doa Bersama Jadi Simbol Persatuan dan Kedamaian Papua

NABIRE – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah bersama Forum Kerukunan Umat…

50 menit ago

59 Personel dan PNS Naik Pangkat, Kapolda Papua Tengah: Ini Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian kepada Masyarakat

NABIRE – Sebanyak 59 personel dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polda Papua Tengah menerima kenaikan…

3 jam ago

Willson Wey Resmi Terpilih Pimpin Pemuda Katolik Kab. Sarmi Periode 2026-2029

SARMI- Willson Wey secara resmi terpilih memimpin Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Sarmi periode…

5 jam ago

Satreskrim Polres Jayawijaya Ungkap Penggelapan Rp800 Juta, Tersangka Ditangkap di Morowali

WAMENA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayawijaya mengungkap kasus dugaan penggelapan uang hasil penjualan…

5 jam ago

Polres Jayawijaya dan Tokoh Masyarakat Bahas Penanganan Kasus Kecelakaan Maut di Kurulu

Wamena – Kepolisian Resor Jayawijaya bersama tokoh masyarakat menggelar pertemuan, guna membahas perkembangan penanganan kasus…

5 jam ago