Lanny Jaya, 29 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh mahasiswa asli daerah yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah, menyusul beredarnya pemberitaan di media sosial yang menyebutkan bahwa Pemda Lanny Jaya tidak pernah membiayai perkuliahan mahasiswa tersebut.
Dimana Pemda Lanny Jaya menegaskan besaran MoU untuk keenam dokter spesialis Asal Kabupaten Lanny Jaya tersebut sebesar Rp 4.819.260.540 sehingga setiap ASN yang menempuh Dokter spesialis tersebut sebesar Rp 700-800 Juta untuk empat tahun mengenyam pendidikan spesialisnya. Tidak itu saja untuk dapat mengambil spesialispun Pemda Lanny Jaya bahkan melakukan pendekatan personal sehingga salah satu para dokter tersebut layak untuk mengambil spesialisnya di UGM.
Direktur RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya Nick Albertho Yoku, S.KM., M.Kes. menjelaskan bahwa pada prinsipnya, Bupati bersama jajaran OPD terkait telah melakukan rapat khusus membahas enam mahasiswa asli Lanny Jaya yang sedang mengambil pendidikan dokter spesialis di UGM. Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Bahkan, biaya yang sudah dibayarkan mahasiswa kepada pihak UGM akan ditinjau kembali agar tidak merugikan pihak manapun.
“Bapak Bupati menegaskan bahwa seluruh mahasiswa yang mengambil dokter spesialis di UGM menjadi tanggung jawab Pemda Lanny Jaya. Kami akan segera bertemu dengan mereka di Jogja untuk melihat langsung kebutuhan yang ada, baik yang sudah dibiayai UGM maupun yang belum, sehingga dapat difasilitasi pemerintah daerah,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Yamina Kogoya, S.Km, turut menekankan bahwa isu penelantaran mahasiswa sama sekali tidak benar. Menurutnya, Pemda Lanny Jaya telah memberikan dukungan nyata, dan tim akan segera berangkat ke UGM untuk memastikan kondisi serta menyelesaikan persoalan yang ada. “Pemberitaan yang menyebut Pemda tidak membantu sangat menyesatkan dan disayangkan. Kami tegaskan, pemerintah tetap hadir dan peduli,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Lanny Jaya Saiman Yigibalom juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa Pemda Lanny Jaya telah menandatangani MoU dengan UGM pada 31 Juli 2024, yang mencakup pembiayaan penuh selama empat tahun masa studi. Dana tersebut sudah ditransfer langsung ke pihak UGM sesuai kesepakatan. “Mahasiswa harus mempertanyakan pembayaran itu ke UGM, karena Pemda sudah melunasi seluruh biaya sesuai MoU. Hingga kini, pihak UGM belum pernah menyampaikan surat resmi terkait penambahan anggaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejauh ini mahasiswa juga belum pernah menyampaikan keluhan resmi atau proposal kepada Pemda. “Kami kaget ketika isu ini muncul di media sosial. Padahal, semua biaya sudah dibayarkan. Jika memang ada kekurangan, Pemda segera turun langsung ke UGM untuk melihat persoalan riil dan menyelesaikannya. Bahkan bila perlu, MoU akan diubah agar sesuai kebutuhan,” katanya.
Bupati Lanny Jaya sendiri memberikan arahan agar tim dari Dinas Kesehatan dan Pendidikan segera bertemu dengan pihak UGM dan mahasiswa. Pemerintah daerah berkomitmen untuk tetap membantu, meski kondisi anggaran harus efisien. “Tenaga kesehatan dokter spesialis anak daerah pasti akan diperhatikan dan dibantu. Mereka ASN yang memiliki NIP, tugas belajar, dan setelah selesai wajib kembali melayani di Lanny Jaya, MoU nya Rp 4 Milyar untuk enam mahasiswa jadi jangan bilang telantarkan” tegas Kepala Dinas Pendidikan.
Selain enam mahasiswa di UGM, terdapat satu mahasiswa asal Lanny Jaya yang mengambil spesialis saraf di Universitas Indonesia secara mandiri. Bupati juga telah memberikan arahan agar mahasiswa tersebut tetap difasilitasi, mengingat kebutuhan tenaga spesialis di Kabupaten Lanny Jaya sangat mendesak.
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menegaskan bahwa tudingan penelantaran mahasiswa tidak mencerminkan fakta sebenarnya. Bukti MoU, kwitansi, dan dokumen transfer dana telah disiapkan untuk ditunjukkan kepada pihak UGM dan mahasiswa. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi simpang siur. Pemerintah tetap komitmen mendukung pendidikan anak daerah demi masa depan pelayanan kesehatan di Lanny Jaya,” tutup Kepala Dinas Pendidikan.
Dengan langkah ini, Pemda Lanny Jaya berharap polemik di media sosial dapat segera diluruskan dan kedua dokter yang menempuh Pendidikan spesialis tersebut mengklarifikasi serta meminta maaf terkait pernyataan di media social atas tuduhan tidak mendasar kepada Pemerintah Daerah. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh mahasiswa dokter spesialis tetap menjadi prioritas, karena keberadaan mereka kelak akan menjadi aset berharga dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lanny Jaya
INTAN JAYA – Sebanyak 15 personel Polres Intan Jaya menerima kenaikan pangkat periode 1 Juli…
PUNCAK JAYA – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar patroli skala besar disertai razia senjata…
Mulia, 29 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menegaskan pentingnya akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan…
Mulia, 29 Juni 2026 – Menjelang kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah ke Kabupaten Puncak Jaya…
Paniai, 29 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Paniai secara resmi meresmikan Monumen Tokoh Besar Karel…
Wamena, 29 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Biro Organisasi Setda Provinsi Papua…