Alasan Jenazah Korban Pembantaian KKB Dimakamkan di Dekai Yahukimo

- Penulis

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga korban pembantaian KKB Yahukimo menerima jenazah yang berhasil diidentifikasi Tim DVI Polri di RSUD Dekai. (Satgas Damai Cartenz)

Keluarga korban pembantaian KKB Yahukimo menerima jenazah yang berhasil diidentifikasi Tim DVI Polri di RSUD Dekai. (Satgas Damai Cartenz)

DEKAI –  Sebanyak 15 jenazah pendulang emas korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah berhasil diidentifikasi. Dari 15 jenazah, 14 diantaranya berada di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Pemakaman dilakukan setelah penyerahan jenazah pihak keluarga. Penyerahan dilakukan setelah proses identifikasi oleh tim DVI Polri dinyatakan lengkap dan valid. Adapun identitas jenazah tersebut, yakni Wawan Tangahu, Dusun III, Kabupaten Bolmon Selatan, Sulawesi Utara.

Suardi Laode alias Kaswadi, Dusun III, Kabupaten Bolmon Selatan, Sulawesi Utara.  Stenli Humena, Kampung Kalama Darat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.Yuda Lesmana, Kos Jalan Paradiso, Dekai.

Riki Rahmat, Desa Ranomolua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Muhammad Arif, Kos Pemukiman Jalur II Dekai. Safaruddin, Kos Pemukiman Jalur II Dekai.

Abdur Raffi Batu Bara, Kos Pemukiman Jalur II Dekai. Stefanus Gisbertus, Desa Tala, Kabupaten Seram Barat, Maluku. Zamroni, Dukuh Dulak Desa Gantungan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Rusli, Desa Buti, Kabupaten Merauke, Papua.

Sahar, Desa Pasare Apua, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Saharudin, Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Haidil Isdar, Kelurahan Boddie, Kecamatan Mandelle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Direktur RSUD Dekai, Dokter Glenn M. Nurtanyo, menegaskan proses pemakaman akan dilakukan langsung di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo. Hal ini didasarkan pada kondisi jenazah yang sudah mengalami dekomposisi berat dan tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke daerah asal masing-masing.

“Kondisi jenazah saat ini sudah mengalami proses dekomposisi atau pembusukan, sehingga tidak memungkinkan untuk diberangkatkan atau diterbangkan ke luar dari Dekai. Karena dalam kondisi seperti ini, jenazah bisa menjadi infeksius dan berpotensi menyebarkan infeksi,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemakaman di Dekai dilakukan karena alasan biaya. Menurutnya, keputusan ini murni karena alasan medis demi mencegah risiko penyebaran penyakit.

Penulis : Syaiful

Editor : Achmad

Sumber Berita: Satgas Damai Cartenz

Berita Terkait

Satgas Gabungan Lumpuhkan KKB Kodap XVI Yahukimo, Senjata dan Amunisi Diamankan
Pj Sekda Yapen Pimpin Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Bantuan Gizi Disalurkan di Ambai
Bupati Willem Wandik: Kasih Fondasi Membangun Gereja, Keluarga, dan Masyarakat
Astamaops Kapolri Dukung Pendidikan dan Seni Budaya Papua di Wesaput
PTSL Jayawijaya: Tim Ajudikasi Turun ke Jalan Bhayangkara Wamena
Kapolda Papua Tengah Buka Turnamen Mini Soccer Umum 2026 di Timika
Sembilan Sekolah Ikut Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026, Arianto Kogoya: Torang Bisa!
Ny. Elisabet Flassy Wandik Tegaskan Dukungan Tolikara untuk Perajin Lokal di Momen Dekranas Ke-46

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:55 WIT

Satgas Gabungan Lumpuhkan KKB Kodap XVI Yahukimo, Senjata dan Amunisi Diamankan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:35 WIT

Pj Sekda Yapen Pimpin Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Bantuan Gizi Disalurkan di Ambai

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:18 WIT

Bupati Willem Wandik: Kasih Fondasi Membangun Gereja, Keluarga, dan Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:20 WIT

Astamaops Kapolri Dukung Pendidikan dan Seni Budaya Papua di Wesaput

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:52 WIT

PTSL Jayawijaya: Tim Ajudikasi Turun ke Jalan Bhayangkara Wamena

Berita Terbaru

Daerah

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

Sabtu, 18 Jul 2026 - 17:31 WIT