Kolaborasi Pendidikan Formal dan Adat, Anak Pedalaman Jayawijaya Kini Punya Harapan Baru

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN — Akses pendidikan di pedalaman Kabupaten Jayawijaya kini mendapat angin segar. Ruang kelas sekolah jarak jauh SD YPPK Santo Don Bosko Pugima di Distrik Itlay Hisage secara resmi diberkati dan dibuka pada Minggu (2/8/2026).

Uniknya, program pendidikan formal ini berkolaborasi langsung dengan Sekolah Adat demi menjamin hak pendidikan sekaligus melestarikan kearifan lokal bagi anak-anak di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Prosesi pemberkatan ruang kelas baru tersebut berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat Eksekutif Keuskupan Jayapura, Pastor Yanuarius Douw, dengan didampingi oleh Pastor Paroki Pugima.

Direktur Eksekutif YPPK Fransiskus Asisi Kabupaten Jayawijaya, Edison Mario Wantik, menjelaskan bahwa pembukaan kelas jarak jauh ini berawal dari keprihatinan mendalam atas banyaknya anak usia sekolah dasar di Kampung Yogonima dan sekitarnya yang belum tersentuh pendidikan formal.

“Meskipun potensi peserta didik mencapai 4 hingga 5 rombongan belajar (rombel), kami memulai tahap awal pada Tahun Ajaran 2026/2027 ini dengan 3 kelas yang berfokus pada materi dasar calistung (baca, tulis, dan hitung),” ujar Edison.

Untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar, pihak YPPK berencana menambah 2 hingga 3 tenaga pengajar di sekolah induk Pugima yang nantinya akan diatur menggunakan sistem jadwal bergilir (rolling).

Edison pun berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya dapat lebih terbuka dalam mendukung YPPK sebagai mitra strategis. Hal ini penting agar anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan adat, tetapi juga memiliki jenjang pendidikan formal yang jelas hingga ke tingkat SMP dan SMA di Kota Wamena.

Kepala Distrik Itlay Hisage, Marius Hisage, menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa syukur atas hadirnya kolaborasi pendidikan formal dan nonformal ini. Ia menegaskan bahwa pihak distrik dan masyarakat menerima kehadiran sekolah tersebut secara transparan dan terbuka.

“Pembangunan awal sekolah ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan memanfaatkan kayu buah dan beratap alang-alang. Kami berharap Pemerintah Daerah Jayawijaya dapat hadir membantu memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar tetap,” ungkap Marius.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan masyarakat Itlay Hisage, Soleman Itlay, menegaskan bahwa sekolah jarak jauh ini bertujuan untuk memperpendek rentang kendali pelayanan pendidikan bagi anak usia dini sesuai amanat UUD 1945.

Untuk tahap awal, pengajaran akan dibantu oleh tenaga pengajar lokal berlatar belakang S1, D3, maupun SMA yang bersiap mengajar secara sukarela, sembari menunggu anggaran operasional seperti Dana BOS tercairkan melalui Dapodik SD YPPK Santo Don Bosko Pugima.

Tak hanya itu, Sekolah Adat juga akan berkontribusi aktif menyusun materi ajar muatan lokal (mulok) untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan.

Dengan dimulainya operasional kelas jarak jauh dan Sekolah Adat ini, masyarakat berharap generasi muda di Distrik Itlay Hisage dapat meraih masa depan yang lebih cerah tanpa kehilangan identitas kebudayaan mereka. (*)

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Ingatkan Pemda Papua: Dana Otsus Tahap II Jangan Molor, Harus Transparan!
Bimtek SIPD-RI Berbasis SP2D Online Resmi Ditutup Bupati Nduga, Aparatur Diminta Profesional dan Berintegritas
Kapolres Jayawijaya Pastikan Situasi Kondusif Usai Insiden di SMPN 3 Megapura
Dinas PUPR Papua Pegunungan Tutup Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tukang Batu, Kayu, dan Besi
Papua Pegunungan Gelar Sertifikasi Tukang Batu, Kayu, dan Besi untuk Orang Asli Papua
Paradigma Sosialis Kerakyatan Jadi Arah Utama Pembangunan Papua 2025–2029
Puluhan Tenaga Medis TNI Dikerahkan, Kodam XVII/Cenderawasih Prioritaskan Keselamatan Korban MBG
Kapolres Puncak AKBP Domingos Ximenes Kunjungi Warga Berduka, Wujud Kepedulian Polri

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:22 WIT

Wamendagri Ribka Ingatkan Pemda Papua: Dana Otsus Tahap II Jangan Molor, Harus Transparan!

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:59 WIT

Bimtek SIPD-RI Berbasis SP2D Online Resmi Ditutup Bupati Nduga, Aparatur Diminta Profesional dan Berintegritas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:42 WIT

Kapolres Jayawijaya Pastikan Situasi Kondusif Usai Insiden di SMPN 3 Megapura

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:26 WIT

Dinas PUPR Papua Pegunungan Tutup Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tukang Batu, Kayu, dan Besi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIT

Papua Pegunungan Gelar Sertifikasi Tukang Batu, Kayu, dan Besi untuk Orang Asli Papua

Berita Terbaru