Dinas PUPR Papua Pegunungan Tutup Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tukang Batu, Kayu, dan Besi

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 5 Agustus 2026 – Kegiatan Pengembangan Kompetensi Keahlian dan Teknik Konstruksi bagi Orang Asli Papua (OAP) Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Pegunungan bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura resmi ditutup di Silimo Siloam Wamena, Rabu (5/8/2026).

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan, Martinus Huby, yang mewakili Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan.

Program tersebut diikuti oleh 60 peserta Orang Asli Papua (OAP) dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan yang mengikuti proses sertifikasi kompetensi pada tiga bidang keahlian, yakni tukang bangunan batu, tukang bangunan kayu, dan tukang besi.

Dalam sambutannya, Martinus Huby mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tidak hanya berkomitmen membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat asli Papua memiliki kompetensi yang diakui secara resmi agar dapat mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan.

Menurutnya, melalui program pengembangan kompetensi dan sertifikasi tersebut, pemerintah ingin melahirkan tenaga konstruksi Orang Asli Papua yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti profesionalisme.

“Kami di bidang perumahan dan bidang jasa konstruksi memegang mandat penting, bukan hanya memastikan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik, tetapi juga memastikan para pekerja konstruksi memiliki kompetensi yang diakui. Melalui program ini, kami ingin melahirkan tukang bangunan batu, tukang bangunan kayu, dan tukang besi yang profesional serta memiliki sertifikat kompetensi,” ujar Martinus.

Ia mengatakan pembangunan rumah dan infrastruktur yang kokoh, aman, dan layak harus didukung oleh tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan sesuai standar. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Papua Pegunungan yang terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, Martinus menyampaikan tiga pesan kepada seluruh peserta setelah mengikuti proses sertifikasi. Pertama, mengimplementasikan ilmu dan standar teknik yang telah diperoleh dalam setiap pekerjaan konstruksi. Kedua, selalu mengutamakan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bekerja di lapangan. Ketiga, menjaga integritas dan profesionalisme sebagai tenaga kerja konstruksi yang telah memiliki sertifikat kompetensi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, para asesor, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan hingga berjalan dengan baik.

“Atas nama Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga ilmu dan sertifikat yang diperoleh menjadi bekal untuk membangun Papua Pegunungan yang lebih maju,” katanya sebelum secara resmi menutup kegiatan.

Sementara itu, Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, Martinus Napa, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan sehingga kegiatan sertifikasi dapat terlaksana dengan baik.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi terus berlanjut melalui program-program peningkatan kompetensi yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Martinus mengatakan Balai Jasa Konstruksi telah menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik di sejumlah daerah, yakni dengan memanfaatkan proyek pembangunan yang sedang berjalan sebagai lokasi belajar bagi peserta.

“Harapan kami ke depan, apabila tersedia dukungan anggaran dan paket pekerjaan, peserta tidak hanya mengikuti praktik simulasi, tetapi juga dapat belajar langsung di lokasi pembangunan. Dengan begitu mereka memperoleh pengalaman nyata sekaligus pendampingan dari instruktur sesuai standar konstruksi,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan tidak hanya di Wamena sebagai ibu kota provinsi, tetapi menjangkau seluruh kabupaten di Papua Pegunungan agar semakin banyak tenaga konstruksi Orang Asli Papua yang memperoleh sertifikat kompetensi.

Di akhir kegiatan, perwakilan peserta sertifikasi, *Ronny Lambe*, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura atas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat asli Papua untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.

Menurutnya, sertifikat yang diperoleh akan lebih bermakna apabila diikuti dengan kesempatan bekerja dan keterlibatan nyata dalam berbagai proyek pembangunan pemerintah.

“Harapan kami, jangan hanya memberikan sertifikat, tetapi libatkan kami dalam pembangunan jalan, jembatan, irigasi maupun perumahan di Papua Pegunungan. Kami ingin membuktikan bahwa Orang Asli Papua mampu membangun daerahnya sendiri,” katanya.

Ronny juga berharap pada kegiatan berikutnya pemerintah dapat memperbanyak porsi praktik lapangan melalui pembangunan proyek nyata, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman langsung dalam membangun rumah maupun infrastruktur lainnya dengan pendampingan para instruktur.

Ia menilai keterlibatan tenaga kerja lokal secara berkelanjutan akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian Orang Asli Papua di sektor jasa konstruksi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap lahir semakin banyak tenaga konstruksi Orang Asli Papua yang kompeten, profesional, dan tersertifikasi, sehingga mampu menjadi pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur di delapan kabupaten Papua Pegunungan serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Bimtek SIPD-RI Berbasis SP2D Online Resmi Ditutup Bupati Nduga, Aparatur Diminta Profesional dan Berintegritas
Kapolres Jayawijaya Pastikan Situasi Kondusif Usai Insiden di SMPN 3 Megapura
Papua Pegunungan Gelar Sertifikasi Tukang Batu, Kayu, dan Besi untuk Orang Asli Papua
Paradigma Sosialis Kerakyatan Jadi Arah Utama Pembangunan Papua 2025–2029
Puluhan Tenaga Medis TNI Dikerahkan, Kodam XVII/Cenderawasih Prioritaskan Keselamatan Korban MBG
Kapolres Puncak AKBP Domingos Ximenes Kunjungi Warga Berduka, Wujud Kepedulian Polri
Turnamen Tiom–Yiginua Cup I 2026 Meriahkan HUT RI ke-81 di Lanny Jaya
Penuh Keceriaan, DWP Papua Pegunungan Gelar Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:59 WIT

Bimtek SIPD-RI Berbasis SP2D Online Resmi Ditutup Bupati Nduga, Aparatur Diminta Profesional dan Berintegritas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:42 WIT

Kapolres Jayawijaya Pastikan Situasi Kondusif Usai Insiden di SMPN 3 Megapura

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:26 WIT

Dinas PUPR Papua Pegunungan Tutup Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tukang Batu, Kayu, dan Besi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIT

Papua Pegunungan Gelar Sertifikasi Tukang Batu, Kayu, dan Besi untuk Orang Asli Papua

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:40 WIT

Paradigma Sosialis Kerakyatan Jadi Arah Utama Pembangunan Papua 2025–2029

Berita Terbaru