JAYAPURA – Komisaris Besar (Kombes) Polisi Victor Dean Mackbon akhirnya menduduki posisi baru di Polda Papua. Ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) menggantikan Kombes Pol. Achmad Fauzi.
Victor Mackbon mungkin bukan orang baru di institusi dengan 12 ribu pegawai tersebut. Namanya cukup familiar bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jayapura sekitarnya.
Pria kelahiran Manokwari, Papua Barat ini pernah menjabat sebagai Kapolres Jayapura. Lalu, pada April tahun 2022 mendapat promosi sebagai Kapolresta Jayapura Kota hingga pangkat bunga di pundak pecah menjadi tiga.
Setahun berlalu, Victor menerima penghargaan dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas inovasi yang telah dibuatnya di Jayapura. Inovasi tersebut telah masuk 5 Top Terpuji (Outstanding Achievement of Public Service Innovation).
Penghargaan diberikan kepada Victor saat Musrenbang Polri di Bali, pada Kamis 7 Juli 2023. Penyerahan penghargaan juga bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-77 tahun.
Inovasi yang digagas Victor merupakan program pelayanan publik Rumah Masyarakat Papua Penuh Damai (RM PAPEDA). Program ini dibuatnya saat menjabat Kapolres Jayapura.
Tak hanya membawa manfaat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura. Program gagasan Victor juga masuk Top 5 Inovasi Pelayanan Publik sesuai Keputusan Menteri PAN-RB No.289/2022.
Keberhasilan program RM PAPEDA ternyata membuat semangat Victor semakin mendidih. Ia kembali membuat program baru saat bertugas di Polresta Jayapura Kota.
Polisi Kasih

Pada perkenalan awal kepada awak media, Victor langsung mencanangkan program visionernya, disebut “Polisi Kasih”. Program tersebut, tentunya menjadi arah pelayanan kepolisian kepada masyarakat, yang menceritakan pola kerja cerdas, kerja cermat dan kerja bijak bagi seluruh jajaran anggota Polresta Jayapura Kota.
Makna program “Polisi Kasih” tercermin dari setiap kata dan kalimatnya, untuk “Kasih” seperti huruf K mencerminkan kompeten. Dimana anggota harus memiliki kemampuan, harus siap diri, siap administrasi, siap operasional, siap mako dan siap siaga dan kemampuan tersebut harus dilatihkan secara berulang.
Untuk huruf A adalah Akuntabilitas. Dimana semua pihak harus bisa bertanggung jawab, yang akan diterapkan terlebih dahulu di internal baru kemudian eksternal dengan mempublikasikan kinerja Kepolisian karena merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Lalu, huruf S untuk Sinergitas, yang merupakan harga mati, baik internal maupun eksternal yakni terhadap para tokoh dari berbagai elemen masyarakat. Sementara huruf I untuk Inovatif yang artinya kerja yang luar biasa.
Makna huruf I mendalam, dimana yang kecil yang dikerjakan harus membawa dampak yang besar baik untuk kesatuan maupun masyarakat tentunya. Terakhir dari kasih yakni huruf H yaitu Humanis, dimana dalam melayani dan bertindak harus dengan humanis.
Para-Para Numbay Polresta

Belum puas dengan “Polisi Kasih”, Victor Mackbon mencetuskan program baru yang disebut Para-Para Numbay atau juga Jumat Curhat. Dalam program tersebut, para pimpinan Polres atau Polsek hadir di tengah-tengah masyarakat.
Mereka mendengarkan curhatan masyarakat secara langsung. Tak hanya soal pelayanan, masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan keamanan hingga rekrutmen Polri untuk anak Papua.
Uniknya, program ini dilaksanakan tanpa batas lokasi, entah di pasar, terminal, pangkalan ojek hingga pemukiman rawan kejahatan. Beragam aduan masuk hingga menjadi atensi pimpinan Polresta.
Salah satunya membuat Kampung Vietnam menjadi kampung bebas narkoba. Kampung ini terletak di wilayah Kelurahan Argapura yang cukup terkenal dengan peredaran ganja.
Gayung bersambut, aduan masyarakat mendapat respons cepat. Victor Mackbon langsung bergerak lewat Para-Para Numbay hingga mendapat apresiasi Lurah Argpura, Ema Hamadi.
“Sebagai Kepala Wilayah di sini, melihat kinerja aparat Kepolisian khususnya Jayapura Selatan, melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa luar biasa untuk Kampung Argapura. Sehingga hari ini bisa ada Kampung Bebas dari Narkoba,” kata Lurah Ema dalam momen Para-Para Numbay.
Meski tidak sepopuler RM PAPEDA, program Para-Para Numbay mendapat tempat di hati masyarakat Kota Jayapura. Hal ini mengingat Para-Para Numbay membawa dampak bagi ketentraman masyarakat.
Kebanggaan Jadi Komandan Upacara HUT RI di Istana

Inovasi Victor Mackbon saat menjabat Kapolres merupakan bentuk pengabdian tulus kepada masyarakat. Tentu saja, masyarakat sangat menanti gebrakan baru di Polda Papua.
Apalagi Victor pernah menjadi Komandan Paskibraka 17 Agustus di Istana Negara pada 2023. Lulusan Akpol Tahun 2000 ini juga pernah mendapat penugasan Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh periode 2003 hingga 2004.
Sedangkan penugasan di luar negeri, Victor pernah tergabung dalam UNAMID di Sudan pada 2010 hingga 2011. Penugasan CoESPU di Italia pada 2013, ILEA FBI di Thailand pada 2014.
Kemudian, Course Forensic Crime and Crime Prevention di Korea Selatan dan Corruption Eradication Course di Australia pada 2016. Victor Mackbon juga pernah memegang sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, Wakapolres Malang. Lalu, Kapolres Mimika dan Wadir Reskrimsus Polda Papua.
Sementara itu, dalam amanat serah terima jabatan, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin berharap para pejabat yang baru dilantik mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Harapan ini dimaksudkan agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua. Patrige juga menekankan pentingnya kinerja pada bidang penegakan hukum dan lalu lintas yang masih menjadi perhatian masyarakat.
“Kecepatan pelayanan, sikap humanis, serta profesionalitas anggota di lapangan harus terus ditingkatkan demi membangun kepercayaan publik,” pesan Patrige mengingatkan pejabat baru. (*)
Penulis : Syaiful
Editor : Tim Redaksi















