Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura – Sebanyak 160 peserta mengikuti penyuluhan dan pelatihan ecoprint dalam kegiatan Youth Camp dan Gondang Naposo HKBP Resort Papua yang digelar di Gedung LPMP Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, selama dua hari, Jumat-Sabtu (29-30/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Besar KSDA Papua, yakni Penyuluh Kehutanan Ahli Muda Chandra Irwanto Lumban Gaol, S.Hut., M.Si, serta Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pratama Lily Handayani A Taslim dan Watimena Nababan.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai ecoprint sebagai inovasi kreatif ramah lingkungan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha UMKM berbasis bahan alami.

Chandra Irwanto Lumban Gaol mengatakan bahwa ecoprint tidak hanya menghasilkan produk bernilai seni, tetapi juga menjadi bentuk pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan.

“Ecoprint bukan hanya menghasilkan produk yang memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga menjadi bentuk pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan ramah lingkungan. Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat melihat peluang usaha kreatif dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar,” ujarnya.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan ecoprint, teknik pembuatan, alat dan bahan, hingga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual tinggi.

Ecoprint sendiri merupakan teknik memindahkan warna dan motif alami dari daun maupun bunga langsung ke kain sehingga menghasilkan corak unik yang berbeda pada setiap produk. Peserta juga dikenalkan dengan dua teknik utama ecoprint, yakni teknik pounding dan teknik kukus.

Teknik pounding dilakukan dengan cara meletakkan daun atau bunga di atas kain lalu dipukul menggunakan palu agar warna dan motifnya berpindah ke kain. Sementara teknik kukus dilakukan dengan menyusun daun pada kain, menggulungnya, kemudian dikukus hingga menghasilkan pola alami yang menarik.

Selain praktik langsung, para peserta juga mendapatkan wawasan mengenai potensi ekonomi ecoprint yang kini semakin diminati pasar karena memiliki nilai eksklusif serta ramah lingkungan. Produk ecoprint dapat dikembangkan menjadi berbagai kerajinan seperti kain, tas, dompet hingga aksesori lainnya.

Lily Handayani A Taslim menambahkan bahwa ecoprint menjadi salah satu alternatif usaha kreatif yang dapat dikembangkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

“Selain ramah lingkungan, ecoprint juga memiliki nilai ekonomi yang cukup baik karena setiap motif yang dihasilkan bersifat unik dan tidak bisa dibuat sama persis,” katanya.

Senada dengan itu, Watimena Nababan menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas generasi muda sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami secara bijak,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Balai Besar KSDA Papua berharap generasi muda Papua semakin kreatif, mandiri, dan mampu mengembangkan UMKM berbasis potensi alam lokal guna meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

“Saran kami kedepan kegiatan Naposobulung HKBP atau Pemuda Batak di Papua dapat menjadi Generasi Hijau, yang mampu membuat Inovasi dengan produk Ecoprint, seperti hal kecil pembuatan spanduk Kegiatan dan kegiatan Bazar kepanitiaan,” pungkasnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum
Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama
Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi
Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena
Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter
Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:51 WIT

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WIT

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:26 WIT

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:09 WIT

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Berita Terbaru